Home / Ekonomi / Headline / Nasional

Kamis, 19 Maret 2020 - 14:52 WIB

Maskapai Qantas Rumahkan 20 Ribu Karyawan

FILE PHOTO - A Qantas A380 aircraft takes off from Sydney International Airport in Australia August 22, 2017. REUTERS/Jason Reed/File Photo

FILE PHOTO - A Qantas A380 aircraft takes off from Sydney International Airport in Australia August 22, 2017. REUTERS/Jason Reed/File Photo

Nasionalpos.com, Jakarta – Maskapai terbesar Australia Qantas merumahkan 20 ribu pekerja seiring penurunan pangsa rute luar negeri. Mulai akhir Maret, perusahaan menghentikan sementara seluruh penerbangan internasional hingga 2 bulan ke depan karena wabah virus corona.

CEO Qantas Alan Joyce menerangkan kebijakan itu diambil setelah pemerintah Australia meminta seluruh perjalan ke luar negeri dibatalkan untuk menekan penyebaran covid-19.

“Upaya untuk menahan penyebaran virus corona telah menyebabkan merosotnya permintaan perjalanan. Ini memaksa kami untuk menangguhkan 20 ribu staf dari 30 ribu staf kami,” kata Joyce seperti dikutip dari AFP, Kamis (19/3/2020).

Langkah tersebut turut mempengaruhi anak maskapai Qantas, Jetstar. Pada awal pekan ini Qantas mengumumkan pemangkasan penerbangan luar negeri hingga 90 persen sementara maskapai saingan seperti Virgin Australia sudah lebih dulu mendaratkan seluruh armada internasionalnya.

Baca Juga  DPR Sepakat Bentuk Panja Jiwasraya

Untuk penerbangan domestik, Qantas masih mempertahankan 60 persen layanan mereka sementara Virgin Australia hanya mempertahankan setengah jadwal penerbangan domestik.

Australia melaporkan lebih dari 700 kasus positif dengan angka infeksi terus melonjak setiap harinya dengan catatan 7 kasus kematian. Pemerintah Australia menyebut mayoritas dari kasus baru berasal dari mereka yang pulang dari luar negeri atau memiliki riwayat kontak dengan masyarakat luar.

Pada Rabu (18/3/2020), Perdana Menteri Scott Morrison mengumumkan keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya yaitu menyarankan seluruh warga negaranya untuk tak melakukan perjalanan ke luar negeri.

Baca Juga  Tim Gabungan Polri Gagal Ungkap Pelaku Penyerangan Novel

Dia juga memerintahkan penghentian sementara aktivitas kapal pesiar ke dalam dan ke luar negeri, melarang pertemuan terbuka yang melebihi 500 orang dan pertemuan tertutup yang melebihi 100 orang.

Namun Scott tidak memerintahkan penutupan sekolah atau institusi lainnya seperti yang dilakukan di berbagai negara terinfeksi covid-19.

Sementara, negara bagian pulau Tasmania mengumumkan seluruh penumpang yang tak memiliki kebutuhan mendesak harus mengkarantina diri selama 14 hari setibanya di Tasmania.

Langkah yang diumumkan pada Kamis (19/3) tersebut merupakan yang pertama diterapkan di negara bagian Australia. Tasmania, negara bagian yang terpisah dari benua kesatuan Australia, telah mengkonfirmasi 10 kasus virus corona di antara 500 ribu populasi yang ada. Demikian dilansir dari CNN Indonesia.com. (*)

Share :

Baca Juga

Headline

Dua Pejabat Perindo DIperiksa Kejagung terkait Dugaan Korupsi

Ekonomi

Jokowi Yakin Ekonomi Bangkit di 2021

Headline

Update Data Corona (8/7/2020) Korban Jumlah Pasien Positif 68.079 Orang dan Meninggal 3.359 Orang

Nasional

BMKG : Waspada Potensi Hujan Lebat 3 Hari ke Depan

Headline

Ribuan Personil TNI/Polri Diterjunkan Amankan Aksi ‘Jokowi End Game’

Headline

Kapolri Tegaskan Pihaknya Utamakan Keselamatan Masyarakat Dalam New Normal

Ekonomi

Tangisan Gubernur BI dan Bahtera Nabi Nuh

Nasional

Koarmada III, Pasmar 3 dan Lantamal XIV Siap Amankan dan Sukseskan Pemilu