Politik

Fordim Jakarta Nilai Prabowo Berperan “Membesarkan” Ahok

JAKARTA, NasionalPos – Forum Diskusi Menteng (Fordim) Jakarta menilai Prabowo Subianto ikut andil ‘membesarkan’ Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Karena itu, wajar jika Warga Jakarta member sanksi dengan tak memilih Anies – Sandy dalam Pilkada kali ini.

Ketua Fordim Jakarta, Ivan Parapat mengatakan sangat wajar jika sikap arogan Ahok terus menuai kecaman dari berbagai pihak termasuk dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Terlebih, perilaku Ahok yang kini terdakwa penistaan agama tak berubah. Hal itu terlihat dari sikap dan pernyataan Ahok di persidangan penistaan agama yang terkesan memojokkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga Rais Aam Syuriah PBNU KH. Ma’ruf Amin.

“Belum lagi soal kebijakan Ahok selama menjadi Gubernur DKI yang dijuluki tukang gusur serta sejumlah kasus dugaan korupsi yang menyeret Ahok, seperti RS> Sumber Waras dan pembelian tanah Cengkareng yang rugikan negara ratusan miliar rupiah . Sehingga wajar jika kebanyakan warga Jakarta tak suka dengann Ahok,” kata Ivan kepada NasionalPos.com di Jakarta, Senin (6/2/2017).

Namun, kehadiran Ahok sebagai Gubernur DKI yang kini maju sebagai Cagub DKI Jakarta tak bisa dilepaskan dari peran Prabowo Subianto.

Ivan menyatakan, peran atau andil Prabowo Subianto dalam ‘membesarkan’ Ahok terlihat sejak Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2012. Saat itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerindra yang dikomandani Prabowo mengusung pasangan calon Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) dan Ahok sebagai calon wakil Gubernur DKI.

“Kalau PDIP mengusung Jokowi itu pantas dan wajar, karena Jokowi memang kadernya. Yang aneh Gerindra atas restu Prabowo melah mengusung Ahok yang bukan kadernya. Artinya, Prabowo memang punya andil membuka jalan bagi Ahok untuk memimpin Jakarta,” papar

Ivan melanjutkan, pasca Jokowi-Ahok terpilih menjadi Gubernur dan Wagub DKI, ternyata Jokowi di tengah jalan maju dan terpilih menjadi Presiden RI. Dengan begitu, Ahok naik menjadi Gubernur DKI yang dilantik di Istana Negara oleh Jokowi.

“Kini Ahok telah menjadi cagub DKI yang diusung PDIP, meskipun memang Ahok bukan kader PDIP. Kalau saja saat itu (Pilkada DKI 2012) Prabowo tidak mengusung Ahok menjadi Wagub, maka mungkin saja sekarang Ahok tak maju sebagai cagub di Pilkada DKI 2017 ini,” jelas Ivan.

Maka, lanjut Ivan, sangat wajar jika dalam Pilkada ini, Warga Jakarta tidak memmilih Anies – Sandy. Sikap Warga Jakarta itu sebagai sanksi kepada Prabowo yang ‘membesarkan’ Ahok. “Apalagi, Anies juga bukan kader Gerindra dan semua tahu kalau Anies itu mantan menteri kebudayaan di kabinet Jokowi. Dukungan Prabowo ke Anies saat ini sama saat Prabowo mendukung Ahok di Pilkada 2012,” pungkas Ivan. (rid)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top