Top News

Bea Cukai Temukan 36 KTP Palsu Diimpor Dari Kamboja

JAKARTA, NasionalPos – Petugas Direktorat Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai menemukan sedikitnya 36 Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) palsu. Kartu – kartu tersebut diimpor dari Kamboja diduga untuk kejahatan ekonomi.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengungkapkan, pihaknya menemukan paket yang dikirim melalui jasa titipan Fadex itu berisi 36 e-KTP, 32 kartu NPWP, satu buku tabungan, serta satu kartu ATM.

Untuk membuktikan apakah kartu-kartu itu palsu, maka dilakukan pengecekan mengguakan alat baca KTP dan NIK oleh Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

“Kami menduga pengiriman paket ini terkait dengan kejahatan ekonomi. Seperti kejahatan siber, kejahatan perbankan, judi online, narkoba, prostitusi, dan pencucian uang,” kata Heru saat konferensi pers di Kantor Pusat Bea dan Cukai, Jumat (10/2/2017).

Menurutnya, pihaknya menemukan paket tersebut dikirim oleh Roben dari Kamboja yang diperuntukkan bagi Leo.

Namun begitu, Dirjen Bea Cukai belum bisa menyimpulkan KTP dan NPWP palsu itu terkait dengan agenda Pilkada serentak pada bulan ini. Ditemukan 19 foto orang yang berbeda dari 36 KTP tersebut. Yang pasti, Namun, hasil barang yang ditemukan itu mengarah pada kejahatan ekonomi.

Sementara Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama menuturkan ada dua NPWP yang tak valid dari total 32 NPWP. “Penelitian terhadap keabsahan NPWP itu berdasarkan pada master file wajib pajak. Valid berarti nama dan nomor pada kartu NPWP itu sesuai dengan nama dan nomor yang terdaftar,” jelasnya.

Untuk menuntaskan kasus tersebut, kini pihak Bea Cukai, Pajak, dan Dukcapil bersama Kepolisian RI dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sedang melakukan investigasi. (boi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top