Top News

Kejari Jak-Bar, Di duga Gantung Kasus Dugaan Korupsi Alat Fitnes !!!

Jakarta,NasionalPos – Kasus dugaan korupsi pengadaan alat fitness pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Gelanggang Olah Raga (GOR) Remaja Jakarta Barat,Tahun Anggaran 2013 yang merugikan negara sebesar Rp 3 miliar yang di duga melibatkan Kadis Orda Ratiyono ini, nampaknya tidak kunjung terselesaikan.

Pasalnya, hingga kini kasus yang ditangani pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat tak kunjung disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat. Apalagi, saat ini penyidik Kejari Jakbar telah menetapkan tiga orang tersangka, yakni berinisial EB (Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK) serta dua lainnya dari pihak swasta penyuplai alat fitness tersebut.

Bahkan, Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Kadis Orda) Ratiyono sudah pernah diperiksa penyidik Kejari Jakbar. Dia diperiksa lantaran saat proyek itu dilaksanakan, Ratiyono menjabat Kadis Orda DKI Jakarta.

Menurut Ivan Parapat Ketua Jakarata Procurement Monitoring ( JPM), kasus ini terkesan mengantung dengan tujuan yang tidak jelas, dan tidak ada kepastian  maupun penjelasan dari Kajari Jakarta Barat, bahkan pihaknya, imbuh Ivan, pada awal bulan Maret 2017 sudah mengirimkan surat ke Kajari Jakarta Barat, namun hingga saat ini tidak ada tanggapan dari pihak Kajari.

 “Sudah sebulan lalu, kami layangkan Surat kepada Kajari Jakarta Barat, agar ada penjelasan resmi sejauhmana perkembangan kasus ini, mengapa hingga saat ini belum ada persidangan, padahal sudah ada penetapan 3 orang sebagai tersangka. Tapi, belum ada jawaban dari mereka, inikah yang dinamakan proffesionalitas. Kami meragukan proffesionalitas kinerja kejari Jakarta Barat” ujar Ivan kepada NasionalPos di Jakarta, Kamis ( 13 /4/ 2017).

Sementara itu, ketika nasionalpos.com mengkonfirmasi tentang hal tersebut ke kantor Kejari Jakarta Barat di kawasan Kembangan Jakarta Barat, selalu tidak menemui kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, dan hanya menemui  bagian Tata Usaha,”Kami sudah sampaikan surat tersebut ke pimpinan, mungkin masih di pelajari, mas,”kata Tri kepada nasionalpos.com 

Agar kasus ini tuntas dan semua pelakunya diseret ke meja hijau, maka JPM meminta agar pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, segera menyidangkan perkara ini dan jangan ada kesan menggantung masalah ini.

Untuk diketahui,  kasus ini berawal dari kontrak kesepakatan pembelian alat fitnes senilai Rp 3,8 milliar pada tahun 2013 lalu.

Namun belakangan diketahui yang dibelanjakan hanya Rp 800 juta. Sehingga, kerugian negara ditaksir Rp 3 miliar.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Jakbar, Choirun Parapat berjanji akan segera melanjutkan kasusnya ke persidangan. “Dalam waktu dekat akan segera disidangkan ke PN Jakbar. Berkasnya sudah siap,” ujar Choirul.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top