Ekonomi

Pembelaan Ditjen Pajak, Tax Amnesty Gagal

Belitung,NasionalPos – Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) mengakui, program pengampunan pajak alias tax amnesty dianggap gagal oleh beberapa kalangan pengamat.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama saat acara Media Gathering Ditjen Pajak di Tanjung Pandan, Belitung,seperti dilansir detik, Senin (17/4/2017).

“Sekarang gini, sukses enggak sih TA kita ?, Beberapa pengamat bilang gagal, iya karena target repatriasi target Rp 1.000 triliun, cuma kena Rp 147 triliun, target uang tebusan Rp 165 triliun hanya dapat Rp 135 triliun, sehingga dibilang gagal,” kata Hestu.

Meski demikian, kata Hestu, capaian program pengampunan pajak yang selama 9 bulan sejak Juli 2016 ini telah memberikan manfaat bagi Ditjen Pajak.

Dia menjelaskan, secara general program pengampunan pajak ini telah meningkatkan rasa kepeduliannya terhadap sektor perpajakan, baik pengusaha besar hingga kalangan pembantu rumah tangga.

“Ini menjadi modal dalam batasan awareness saja belum sampai dengan angka-angka, awareness masyarakat ini yang menjadi manfaat besar dari tax amnesty, kita menjadikan ini sebagai momentum, ketika awareness sangat tinggi ini harus kita kelola agar awareness ini terwujud sebagai kepatuhan yang real,” tegas Hestu.

Bukti dari kepedulian masyarakat meningkat kepada sektor perpajakan, dapat dilihat dari jumlah pelaporan SPT Tahunan PPh 21 periode 2016, serta semakin banyaknya wajib pajak (WP) yang melaporkan penghasilannya.

“Seperti yang tadi disampaikan bahwa lapor SPT lebih banyak dari yang sudah ada, secara materil pun yang melaporkan penghasilannya lebih baik dari sebelumnya, ini yang akan kita bangun dari awareness ini melalui tim reformasi, manfaat terbesarnya itu seperti itu,” tukasnya.

Diketahui, program tax amnesty telah mencatat peserta sebanyak 972.530 di mana dari total tersebut merupakan WP tambahan baru sebanyak 52.757 WP baru.

Dari 972.530 masih didominasi oleh WP orang pribadi non UMKM dengan jumlah 413.613, sedangkan WP orang pribadi UMKM sebanyak 321.895, badan non UMKM sebanyak 125.784, dan badan UMKM sebanyak 111.238.

Realisasi penerimaan amnesti pajak sesuai SSP mencapai Rp 134,99 triliun, dengan uang tebusan sebesar Rp 114,23 triliun, pembayaran tunggakan Rp 19,02 triliun dan pembayaan bukper sebesar Rp 1,75 triliun.

Sedangkan dari komposisi harta, terdapat Rp 4.881 triliun, yang terdiri dari deklarasi dalam negeri sebesar Rp 3.697,94 triliun, deklarasi luar negeri sebesar Rp 1.036,37 triliun, dan repatriasi sebesar Rp 146,69 triliun.

Berdasarkan sebasaran peserta, Jawa Non DKI masih menjadi yang paling terbesar, yakni peserta 382.403 WP, dengan uang tebusan Rp 35,98 triliun, dan deklrasi Rp 1.319,6 triliun. Sedangkan DKI Jakarta sendiri, total pesertanya 255.819 WP dengan uang tebusan Rp 43,62 triliun, dan dekltasi Rp 1.294 triliun.

Untuk Sumatera terdapat 174.693 WP dengan uang tebusan totalnya Rp 10,15 triliun dan deklarasi Rp 438,4 triliun. Kalimantan sebanyak 51.965 WP dengan uang tebusan Rp 2,95 triliun, dengan deklarasi Rp 137,8 triliun.

Sedangkan di Sulawesi pesertanya mencapai 46.847 WP dengan uang tebusan totalnya capai Rp 1,76 triliun, dan deklarasi mencapai Rp 99,88 triliun. Untuk Bali, Maluku dan Papua total pesertanya capai 56.534 WP dengan total uang tebusan capai Rp 2,21 triliun dan deklarasi mencapai Rp 116,9 triliun.

Untuk realisasi di kantor pajak LTO dan Khusus pesertanya mencapai 4.269 WP dengan uang tebusan Rp 17,75 triliun, dan deklarasi capai Rp 291,33 triliun.[]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top