Politik

Fordim Jakarta : Tangkap dan Adili Dalang Pembagian Sembako PilGub DKI Jakarta

Jakarta,NasionalPos – Dalam satu pekan terakhir, menjelang hari pencoblosan PilGub DKI Jakarta putaran final, warga Jakarta di kejutkan  adanya  pembagian sembako yang diduga terkait PilGub DKI di banyak tempat.

Hal ini menurut pengamatan Forum Diskusi Menteng ( Fordim ) DKI Jakarta, kegiatan penyebaran sembako ini dilakukan masif di seluruh wilayah Jakarta termasuk Kepulauan Seribu. “Ada Badai sembako di DKI Jakarta, yang di duga dilakukan  simpatisan Pas-Lon cagub-cawagub nomor 2” ujar Ivan Parapat, SH Ketua Fordim Jakarta kepada nasionalpos.com di Jakarta, Selasa ( 18/4/2017).

Berdasarkan Pantauan  di lapangan, Ivan mengatakan ada dua pola yang digunakan. Yang pertama adalah pembagian sembako dengan kupon Rp 5000 yang ditukar dengan sembako berisi mie instan, beras, gula, dan minyak goreng.

“Logikanya enggak mungkin jual sembako murah kalau enggak ada tujuannya, “ Kata Ivan, Badai Sembako, imbuhnya, dapat di kategorikan pada tindakan pidana Pemilu, yang di atur dalam  pasal 187A Undang-Undang Pemilukada disebutkan “Setiap orang yang dengan sengaja menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada Warga Negara Indonesia baik secara langsung ataupun tidak langsung.

Untuk mempengaruhi Pemilih agar tidak menggunakan hak pilih, menggunakan hak pilih dengan cara tertentu sehingga suara menjadi tidak sah, memilih calon tertentu, atau tidak memilih calon tertentu sebagaimana pasal 73 ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 36 (tiga puluh enam) bulan dan paling lama 72 (tujuh puluh dua) bulan dan denda paling sedikit Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah).

“ Nah, kalau undang-undangnya sudah jelas sanksinya terhadap pelaku pemberi sembako itu, tidak ada alasan untuk membenarkan praktek Badai Sembako itu, tindakan itu menciderai demokrasi,dan juga menghina suara rakyat “ tutur Ivan.

Berdasarkan temuan di berbagai lokasi itu, Ivan Parapat mengatakan semua sudah dilaporkan secara resmi ke Bawaslu DKI Jakarta, namun demikian, pihaknya mendesak agar Bawaslu beserta aparat hukum harus bertindak tegas dalam menangani kasus ini, jangan hanya menangkap dan menghukum pelakunya, tapi juga mengusut  siapa dalang atau actor intelektual di balik Badai Sembako yang merupakan kejahatan terhadap hak-hak politik warga Jakarta.[]

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top