Nasional

Pasca Pilkada, Pengembang Reklamasi Teluk Jakarta Galau

Jakarta,NasionalPos  Pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta, 19 April 2017 lalu telah selesai, Persoalan Reklamasi masih menjadi perbincangan hangat, tak tanggung-tanggung, Pemerintah Pusat menanggapi masalah Reklamasi ini  dengan  menyiapkan langkah terkait kelanjutan proyek pengembangan pulau reklamasi di kawasan Pantai Utara Jakarta.

Proyek itu sebelumnya sempat dihentikan karena banyak kontroversi akibat pengembangan proyek 17 pulau buatan. Kendati demikian, Pemerintah tidak serta merta menyatakan secara gamblang proyek reklamasi 17 pulau di kawasan pesisir Jakarta itu akan dilanjutkan atau tidak dilanjutkan, Mereka justru menggunakan metode penyesuaian dengan perencanaan megaproyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

NCICD merupakan megaproyek yang memiliki masterplan untuk perlindungan jangka panjang atas wilayah Jakarta dan sekitarnya, terhadap bencana banjir rob yang disebabkan oleh luapan air laut.

Bahkan untuk pengembangan proyek ini, Pemerintah Indonesia telah menjalin kerja sama jangka panjang dengan Belanda dan Korea. Kedua negara itu bertugas meninjau pengelolaan air di kawasan ini.

Deputi III Bidang Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Ridwan Djamaluddin menyebut, proyek NCICD merupakan strategi proyek jangka pendek yang bisa dimanfaatkan untuk jangka panjang dalam hal menanggulangi bencana di Jakarta.

Bahkan menurutnya, Proyek ini adalah Proyek hulu sebelum Proyek lainnya dilaksanakan di kawasan pesisir Jakarta itu.  “Kami utamakan dulu darurat bencana di Jakarta, dari hulu ke hilir, bahas reklamasi itu nanti, belum saatnya,” ujar Ridwan.

Sementara itu, Usai kemenangan Anies-Sandi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Putaran kedua dalam perhitungan cepat , terjadi kontradiksi dengan keinginan pemerintah pusat,  informasi yang diperoleh dari berbagai sumber menyebutkan bahwa seluruh harga saham emiten properti yang ikut serta dalam proyek reklamasi teluk Jakarta terpantau  melemah.

Seperti diketahui, Anies-Sandi berbeda pendapat dengan Ahok-Djarot yang mendukung proyek reklamasi Teluk Jakarta. Jika memang proyek itu tidak diteruskan, maka tentu akan berpengaruh terhadap pengembang yang mengerjakan proyek tersebut.

Analis  senior  Bina artha Securities Reza Priyambada menjelaskan, penurunan harga saham ketiga emiten itu memang berhubungan dengan kemenangan Anis-Sandi. Pasalnya, pasar saat ini terus menghubung-hubungkan kondisi politik yang ada dengan pergerakan pasar.

“Iya pelaku pasar banyak melakukan aksi jual, pelaku pasar menghubungkan dengan Pilkada akhirnya memilih untuk lepas terkait dengan terancamnya proyek reklamasi,” ucap Reza .

Hal ini tentu berbeda jika kemenangan diraih oleh Ahok-Djarot yang mendukung pengembangan proyek tersebut. Pasar justru akan memanfaatkan momentum untuk melakukan aksi beli di ketiga saham tersebut. Bahkan, jika ditelisik lebih jauh, hal ini akan mempengaruhi juga Perusahaan jasa keuangan karena sejatinya proyek reklamasi ikut membutuhkan pinjaman perbankan.

“Ini kalau mau dilihat lagi malah perbankan juga kan ikut terlibat. Tapi memang kalau dilihat kasat mata itu sektor properti,” terangnya, indikasi ini, imbuhnya menunjukkan bahwa public sudah turun kepercayaannya terhadap Perusahaan yang menggarap proyek reklamasi tersebut,” Publik sudah menurun kepercayaannya, ini sangat berbahaya terhadap nasib Perusahaan tersebut.” Pungkasnya.[]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top