Nasional

Pria Yang Dikira Kades Tidur di Atas Uang Miliaran Rupiah!

NasionalPos —  Dengan maraknya video seorang lelaki yang tidur di atas lembaran uang di sebuah kamar. Dalam video tersebut, pria bertelanjang dada itu diduga adalah salah satu pejabat di Kabupaten Mojokerto.

Dalam video berdurasi 10 menit 12 detik tersebut, lurah yang selalu berpenampilan nyentrik tersebut tidur di kamar penuh uang. Uang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu tersebut memenuhi ruangan kamar, baik di ranjang tempat tidur dan lantai kamar dilansir dari berita jatim.com..

Di awal video tertulis “SYEK NONO Alias Bpk, Suhartono Sampangagung Kutorejo Mojokerto ORANG TERLANJUR KAYA”. Video berawal dari pintu kamar terbuka dan terlihat lantai penuh uang pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu dan mengarah ke ranjang yang juga dipenuhi uang.

Di atas ranjang, ada seseorang yang diketahui merupakan Kades Sampangagung, Suhartono. Kades yang selalu berpenampilan nyentrik dengan anting di telinga dan tato penuh di badan terlihat tidur, kemudian bangun dan merapikan uang-uang tersebut. Dalam video tersebut juga ada lagu tentang Sampangagung.

Diketahui, video tersebut pertama kali diunggah di Facebook oleh akun Condro mowo, pada Kamis 22 Juni 2017 sekitar pukul 22.12 WIB. Sontak video tersebut menjadi viral dan dikomentari oleh ribuan orang.

Salah satu warga, Tritus mengatakan, video tersebut sudah ramai diperbincangkan sejak Jum’at pagi. “Sejak tadi pagi, teman-teman di FB bahas lurah di Kabupaten Mojokerto yang tidur di atas ranjang penuh uang. Ada uang pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu, kalau dilihat mungkin lebih Rp2 miliar,” ungkapnya.

Menurutnya, ia tidak bisa memastikan apakah orang yang ada di dalam video tersebut adalah Kades Sampangagung. Namun dari penampilan dan judul video tersebut memang Kades Sampangagung, Suhartono. Sampangagung merupakan desa di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

“Saya tidak tahu apakah itu benar Kades Sampangagung tapi di videonya ada judulnya jika itu Kades Sampangagung. Menurut saya, di era seperti saat ini mungkin karena pingin tenar tapi di saat masyarakat membutuhkan uang untuk berlebaran, saya nilai itu tidak pantas,” ujarnya.[]

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top