Megapolitan

Ketum GL PRO Usulkan Monas Buka 24 Jam,Pariwisata Pro Rakyat

Jakarta,NasionalPos — Monumen Nasional (monas) yang dibangun pada tahun 1961 selesai tahun 1967 atas gagasan dari Presiden Soekarno saat itu, Monumen Nasional telah menjadi ikon kebanggaan Bangsa Indonesia, khususnya warga Jakarta, yang menjadikannya sebagai ikon Provinsi DKI Jakarta.

Keindahan Tugu Monumen Nasional, dari hari ke hari menjadi daya tarik pengunjung untuk mengunjunginya, mereka yang datang bukan hanya dari Jakarta saja melainkan juga datang dari luar Jakarta sebagai wisatawan domestik, wisatawan dari luar negeri pun, tak sedikit yang datang untuk melihat kemegahan Tugu Monumen Nasional.

Dari banyaknya pengunjung yang mengunjungi tugu bersejarah ini, hingga mendorong adanya kebijakan pengelolaannya oleh Pemprov DKI Jakarta, Sudah lebih dari satu tahun, Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan kebijakan agar  warga bisa menikmati pemandangan malam Jakarta dari atas tugu Monumen Nasional ( monas). Selain pada siang hari, Tugu Monas juga dibuka untuk umum hingga pukul 22.00 WIB pada Senin-Jumat, dan hingga pukul 00.00 pada Sabtu-Minggu serta hari libur.

Terkait dengan kebijakan itu, Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Monumen Nasional Sabdo Kristianto mengatakan masyarakat sangat antusias menikmati wisata malam Monas.  Antusias masyarakat sangat besar untuk menikmati destinasi wisata malam di kawasan seluas 80 hektar ini.

“Jumlah pengunjung yang naik ke tugu Monas tiap hari diperkirakan mencapai 2.500 orang dengan rincian 2.000 orang pada siang hari dan 500 orang pada malam hari,”terang Sabdo kepada nasionalpos.com, Jumat (4/8/2017), lebih lanjut, ia menjelaskan untuk merawat lift Monas agar tidak rusak, pihaknya membatasi jumlah pengunjung yang naik ke tugu Monas setiap malam.

“Karena keterbatasan lift yang hanya satu, maka kami tetap batasi kuotanya. Kuota malam hari itu 500 orang. Kenapa dibatasi? Ini terkait kapasitas lift, kami harus jaga keamanan lift tersebut. Kalau tidak diistirahatkan maka akan berbahaya,” ujar Sabdo.  Setiap harinya, lift menuju puncak Monas beroperasi pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Setelah itu, lift akan berhenti beroperasi sementara.  Pada pukul 18.30 WIB, lift beroperasi kembali untuk melayani warga yang menikmati wisata malam di Monas.

Sementara itu, menyikapi mengenai masalah pengelolaan Tugu Monumen Nasional beserta asset yang ada di sekelilingnya dan juga terkait dengan pembatasan waktu para pengunjung ke lokasi kawasan Monas ini, Jimmy CK, SE, Ak Ketua Umum Gerakan Laskar Pro Prabowo (GL Pro 08) mengatakan bahwa pengelolaan kawasan Monas, mesti mencerminkan keberpihakan model Pariwisata rakyat yang terjangkau dan memiliki nilai-nilai pendidikan.

Tugu Monas itu di bangun menggunakan uang rakyat, bukan dana investor dalam negeri maupun luar negeri, sehingga pengelolaannya pun di harapkan berpihak ke masyarakat tanpa membatasi waktu kunjungan, “ Monas itu di bangun oleh dana rakyat, ya, pengelolaannya memberikan pelayanan optimal kepada rakyat, yang ingin melihat dan mengamati pemandangan Tugu bersejarah itu, buka lah layanan selama  24 jam, jangan di batasi oleh waktu baik oleh warga Jakarta maupun para wisatawan daerah bahkan luar negeri yang ingin menikmati sebagai salusi juga wisatawan menghindari jam-jam macet ibukota khususnya daerah Medan Merdeka Selatan/Barat dan sekitarnya, sehingga pengunjung bisa datang kapan saja sesuai ketersediaan waktunya masing-masing,”ujar Jimmy Ck saat bincang ringan dengan Nasionalpos.com disela perayaan syukur ulang tahunnya di Resto Handayani, Matraman  Jakarta Timur, Jumat,  (4/8/2017) yang dihadiri juga oleh Ketua Dewan Pembina GL Pro 08, Mayjend TNI (Purn) Bapak. H. Asril Hamzah Tanjung.

“Tentu konsekuensinya pihak Pengelola lebih bekerja keras dalam melakukan pelayanan, baik penyediaan lahan parkir yang memadai, gerai kuliner atau bahkan menambah fasilitas tempat bermain anak dan fasilitas lain yang serba modern tetap dengan harga tiket terjangkau.

Monas buka 24 Jam ini sudah pernah saya sampaikan ke Gubernur Anies Baswedan dan beliau tampaknya apresiasi dengan gagasan tersebut. Karena saya yakin di era Gubernur dan Wakil Gubernur, Anis-Sandi bidang Pariwisata akan menjadi Industri Jasa Kreatif dengan ujung tombak BUMD PT Jakarta Tourisindo, yang akan diupayakan maksimal sebagai penyumbang besar Pendapatan Asli Daerah untuk dipergunakan mensejahterahkan warga Jakarta” pungkasnya.[]

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top