Megapolitan

Presiden GL Pro 08 dan Pemuda Muhamadiyah Nilai Ananda Sukarlan Intoleran dan Primitif

Jakarta,NasionalPos — Sikap pianis Ananda Sukarlan dan sejumlah alumni Kanisius angkatan 1986 yang walk out saat Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan memberikan sambutan dalam Acara Ulang Tahun ke-90 Kolese Kanisius di Jakarta, ditanggapi negatif oleh Ketua Pemuda Muhammadiyah DKI Jakarta, Syahrul Hasan.

Dalam pernyataan sikapnya, Pemuda Muhammadiyah DKI Jakarta menilai sikap walk out Ananda Sukarlan cs itu menggambarkan sikap intoleran dan miskin akhlak sebagai tuan rumah dalam menerima tamu. Dimana kehadiran Anies
Baswedan sebagai tamu adalah atas permintaan resmi dari tuan rumah itu sendiri.

“Aksi walk out Ananda Sukarlan yang menuduh Anies Baswedan meraih kursi gubernur tidak sesuai nilai – nilai Kanisius adalah jauh panggang dari api,” kata Syahrul melalui pesan elektroniknya, Selasa (14/11).

Anies Baswedan sendiri merupakan bagian dari keluarga besar Muhammadiyah, baik secara struktural maupun kultural. Saat ini Anies dipercaya sebagai penasehat Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Labu, dimana Dien Syamsudin
menjabat sebagai ketua ranting tersebut.

Saat Dien Syamsudin menjabat sebagai ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005 – 2010 dan 2010 – 2015, PP Muhammadiyah yang berkantor di Jalan Menteng Raya 62, bersebelahan dengan gedung Kolese Kanisius,Muhammadiyah selalu menyediakan lahan parkir Gedung Dakwah Muhammadiyah untuk kegiatan – kegiatan yang dilaksanakan oleh keluarga besar Kolese Kanisius sebagai wujud nyata dan otentiknya toleransi keluarga besar Muhammadiyah.

“Anies Baswedan tentu sebagai bagian dari keluarga besar Muhammadiyah punya sikap yang sama dalam menjaga toleransi dan persatuan antar umat beragama yang selama ini telah berjalan dengan baik, karena beliau juga adalah cucu
dari pendiri Republik Indonesia yang sama – sama kita cintai,” pungkas Syahrul.

Ditemui terpisah, Presiden GL Pro 08, Bung Jimmi, CK. SE, Ak menyatakan, sikap walk out yang dilakukan oleh Ananda Sukarlan justru mencoreng dan mempermalukan keluarga besar Kanisius.

“Itu menunjukkan sikap asli Ananda yang intoleran dan primitif,” tegas Jimmi. []

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top