Top News

Bupati Kukar Tersangka Kasus Pencucian Uang

Nasionalpos.com, Jakarta – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati nonaktif Kutai Kartanegara Rita Widyasari sebagai tersangka kasus pencucian uang. Rita ditetapkan sebagai tersangka bersama Komisaris PT Media Bangun Bersama, Khairudin yang diduga menyamarkan gratifikasi senilai Rp 436 miliar.

“Dua tersangka ini RIW dan KHR terkait gratifikasi. Bukti yang ditemukan KPK terkait dugaan pencucian uang dalam perbuatan menempatkan, mentransfer, mengalihkan, mengubah bentuk, menukar harta kekayaan yang patut diduga hasil korupsi,” jelas Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif dalam jumpa pers di KPK Jakarta, Selasa (16/1/2018).

Syarif menjelaskan, kedua tersangka diduga telah menerima fee atas proyek, fee atas perizinan dan fee pengadaan barang dan jasa yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kukar.

“Adapun, jumlah gratifikasi sebesar Rp 436 miliar,” kata Syarif.

Adapun uang hasil gratifikasi diduga dibelanjakan berupa pembelian kendaraan yang menggunakan nama orang lain. Selain itu, juga membeli tanah dan menyimpan uang atas nama orang lain.

“Tujuannya untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul sumber yang patut diduga hasil korupsi yang dilakukan RIW dan KHR selama periode RIW menjadi Bupati Kukar,” jelas Syarif.

Saat ini, penyidik telah menyita beberapa aset, yakni tiga unit mobil Toyota Vellfire, Ford Everest dan Land Cruiser. Selain itu, penyidik juga menyita dua apatermen di Balikpapan, serta dokumen terkait gratifikasi dan perizinan perkebunan kelapa sawit.

Baik Rita maupun Khairudin disangka melanggar Pasal 3 dan atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.  ( )

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top