Politik

Hanura Bisa Jadi Tak Ikut Pemilu 2019

Nasionalpos.com, Jakarta – Jika Partai Hanura belum bisa menyelesaikan konflik internal soal kepengurusan resmi partai, maka partai besutan Wiranto itu terancam tak bisa ikut Pemilu 2019.

Mantan Komisioner KPU Hadar Navis Gumay menilai konflik yang berlangsung d tubuh Hanura jelas akan berpengaruh besar terhadap kepesertaan Hanura dalam Pemilu 2019 nanti.

Terlebih, jika Hanura tidak bisa segera memutuskan siapa ketua umum dan Sekretaris Jendral yang sah. “Tentu saja ini berpengaruh bagi Hanura. Kalau Hanura tidak bisa menentukan siapa Ketum dan siapa Sekjen, maka resikonya tidak akan bisa lolos di dalam verifikasi faktual,” ujar Hadar di Jakarta, Sabtu (20/1/2018).

Menurutnya, tak ada pilihan bagi Hanura selain segera menyelesaikan konfliknya sehingga taka da dualism kepemimpinan. Sebab, Hanura harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Termasuk, soal dokumen kepengurusan yang disetor ke KPU untuk tahap verifikasi parpol.

Hadar yakin, KPU akan berpegang dengan kepengurusan yang terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM. Dan, perubahan kepengurusan dimungkinkan jika ada Surat Keputusan (SK) Menkumham yang baru.

Seperti diketahui, saat ini internal Hanursa sedang kisruh. Di dalamnya terjadi dualisme kepenurusan antara kubu yang diketuai Oesman Sapta Odang (OSO) dengan Sekjen Harry Lontung Siregar dan Daryatmo dengan Sekjen Sarifuddin Sudding.
Kubu Daryatmo yang merupakan hasil Munaslub Bambu Apus baru mengajukan kepengurusan baru ke Kemenkumham Jumat (19/1/2018).

Sementara kubu OSO pun mengaku telah mendapat SK baru kepengurusan hasil revitalisasi dari Kemenkumham Rabu (17/1/2018).

Kini, Hanura terancam tak ikut Pemilu 2019, karena KPU segera melakukanverifikasi parpol, termasuk kelengkapan dokumen dan keberadaan pengurus pusat hingga pengurus daerah.( )

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top