Ekonomi

“Shutdwon” Pemerintahan AS Tidak Berpengaruh Pada Pasar Modal Domestik

Nasionalpos.com, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) memprediksi penghentian sementara operasional atau “shutdown” pemerintahan Amerika Serikat tidak berdampak negatif pada industri pasar modal domestik.

“Shutdown AS pernah terjadi pada 2013 lalu, jadi ini bukan yang pertamakali terjadi. Dan, IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) tidak terpengaruh terbukti mengalami kenaikan,” kata Direktur Utama Bursa efek indonesia (BEI), Tito Sulistio di Jakarta, Senin (22/1/2018).

Tito lantas memprediksi shutdown Pemerintahan AS tidak hanya berlangsung paling lama 18 hari. Sehingga, diprediksi tidak akan berdampak besar terhadap pasar domestik.

“Secara historis, shutdown pemerintahan di Amerika Serikat tidak berlangsung lama. Kami rasa shutdown AS paling lama 18 hari,” imbuhnya.

Senada dengan itu, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Hamdi Hassyarbaini menilai bahwa shutdown pemerintahan  ASe tidak akan memberikan dampak negatif bagi pasar modal selama sifatnya jangka pendek.

“Di masa pemerintahan Barack Obama pernah terjadi juga, dan hanya 14 hari. Saat itu, bursa kita baik-baik saja,” jelasnya.

Pada Senin (22/1/2018) ini, IHSG di BEI pada awal pekan ditutup menguat 9,63 poin atau 0,14 persen menjadi 6.500,52. (nto)

Untuk diketahui, Shutdown merupakan konsekuensi dari adanya ketidaksepakatan antara Presiden dan Kongres dalam penyusunan anggaran Negara khususnya terkait pembiayaan.

Sejumlah departemen yang akan terkena efek penutupan sementara itu diantaranya Departemen Perdagangan, NASA, Departemen Ketenagakerjaan, Departemen Perumahan dan Departemen Energi. ( )

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top