Megapolitan

Sandiaga Uno: Dugaan Kasus Disidik Polda Peristiwa 17 Tahun Lalu

Nasionalpos.com,Jakarta — Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, yakin dirinya tidak terlibat dalam kasus dugaan penggelapan tanah. Ia pun membantah adanya pemalsuan tanda tangan terkait penjualan sebidang tanah terkait likuidasi PT Japirex.

“Saya yakin, haqqul yakin bahwa saya tidak terlibat dalam tindakan melawan hukum dan itu sudah dibuktikan, dan ini murni perdata,” ujar Sandiaga, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (18/1).

Kendati demikian, sebagai warga negara yang taat hukum, dirinya tetap kooperatif menjalani pemeriksaan sebagai saksi dan mendukung proses investigasi yang dilakukan polisi. “Dan, untuk memenuhi syarat-syarat sesuai dengan kaidah hukum tentunya kami kooperatif,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, dirinya sebagai komisaris utama tidak pernah ada masalah dengan pelapor Djoni Hidayat, selaku direksi PT Japirex. Namun, ketika jelang Pilkada kasus ini baru mencuat.

“Beliau direksi, dan waktu itu sama saya nggak ada masalah sampai jelang Pilkada saja tiba-tiba ada masalah,” katanya.

Menyoal apakah kasus ini muncul terkait politik, Sandiaga tidak mau berprasangka buruk.

“Saya khusnuzon, saya punya prasangka baik, dan Insya Allah ini semua dilakukan oleh profesional, oleh kepolisian dan tentunya kita mendukung langkah-langkahnya,” ucapnya.

Ihwal uang hasil penjualan tanah ada di mana, Sandiaga enggan menjelaskannya. “Untuk masalah hukum silakan ditanyakan kepada pihak kepolisian, saya lebih baik tidak berspekulasi. Ini semua yang masuk ke ranah hukum saya enggak akan komentar,” jelasnya.

Terkait laporan adanya dugaan pemalsuan tanda tangan, Sandiaga tidak membenarkannya.

“Tidak ada pemalsuan tanda tangan. Laporan yang baru masuk tadi juga saya baru dikasih tahu adalah kejadian tahun 2001, sekitar 17 tahun lalu,” terangnya.

Ia menjelaskan, PT Japirex dulu bergerak di bidang ekspor rotan. Namun, karena prospeknya meredup karena kebijakan pemerintah berubah-ubah, akhirnya memiliki prospek yang tidak baik.

“Agar menjaga kelangsungan usaha dan memastikan bisa membayar utangnya, pemegang saham memutuskan liquidasi. Dan itu sudah dilakukan, proses likuidasi sudah selesai,” tandasnya.

Diketahui, pengusaha Djoni Hidayat melalui kuasa hukumnya Fransiska Kumalawati Susilo, melaporkan Sandiaga Uno dan Andreas Tjahjadi, terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan, ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, dengan nomor laporan: TBL/1151/III/2017/PMJ/Dit. Reskrimum, pada tanggal 8 Maret 2017.

Andreas dan Sandiaga diduga telah melakukan penggelapan uang sekitar Rp 12 miliar saat melakukan penjualan sebidang tanah, di Jalan Raya Curug, Tangerang Selatan, Banten, tahun 2012 silam.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, telah menetapkan Andreas Tjahjadi sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan penjualan tanah itu. Sementara, Sandiaga Uno masih berstatus saksi. []

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top