Politik

Isu Buruh Cina dan Agama Potensi Jegal Jokowi di Pilpres 2019

Nasionalpos.com, Jakarta – Sejumlah isu berpotensi jegal Joko Widodo (Jokowi) kelak jika kembali maju sebagai calon presiden (capres) pada pemilihan presiden (pilpre) 2019 nanti.

Diantara isu tersebut adalah seputar primordial, ekonomi dan buruh atau tenaga kerja (TKA) asing.

“Ada beberapa isu yang rentan untuk Jokowi, seperti isu primordial. Pada Pilkada DKI, muncul gerakan Islam kanan yang menilai kriteria pemimpin dari sisi agama. Isu itu kami prediksi akan kembali menguat di Pilpres 2019. Itu hasil survei kami,” ujar Peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA,  Adjie Alfaraby pada jumpa pers di Jakarta, Jumat (2/2/2018).

Berdasarkan survei LSI Denny JA terkini, mayoritas masyarakat Indonesia, tepatnya 40,7 persen, menyatakan tidak setuju ada pemisahan politik dengan agama.

Di kubu lainnya, hanya ada 32,5 persen yang  menilai agama dan politik harus dipisahkan.

“Dari isu primordial berdasarkan survei itu menunjukkan bahwa Jokowi belum terlihat ramah dalam isu agama dan politik. Ini akan mengancam secara elektoral,” jelas Adjie.

Isu lain yang ditanyakan kepada responden dan hasilnya berpotensi menghambat laju mantan wali kota Solo itu, yakni isu ekonomi dan masuknya TKA.

Dalam masalah ekonomi masyarakat memiliki suasana psikologis yang kurang baik.

Mayoritas responden menyatakan harga kebutuhan pokok meningkat dan memberatkan, lapangan kerja sulit didapatkan, serta jumlah pengangguran semakin meningkat.

Sementara responden lainnya menyatakan kekhawatiran akan isu masuknya tenaga kerja asing, terutama dari China.

Dari 1.200 responden, baru sekitar 38,9 persen yang mengetahui isu buruh asing, tetapi lebih dari setengahnya menyatakan tidak suka dengan isu tersebut. Artinya, ada resistensi besar dari masyarakat terhadap isu tersebut.

Hasil survei LSI tersebut diambil dari 1.200 responden yang menjadi sampel dan diwawancara tatap muka menggunakan kuesioner pada 7-14 Januari 2018.

LSI menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error plus minus 2,9 persen. ( )

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top