Top News

Mahasiswa Anti Korupsi Desak Gubernur Anies Copot Zulfarsah Dari Bank DKI

NasionalPos,Jakarta — Aktivis Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Anti Korupsi Indonesia (GPMKI) mendesak Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan agar mencopot Secretary Bank DKI,  Zulfharsah, karena diduga telah menyalahgunakan wewenang, sehingga memicu munculnyan dugaan tindak pidana korupsi di bank milik Pemprov DKI Jakarta tersebut.

Desakan ini disampaikan melalui aksi unjuk rasa yang digelar di kantor pusat PT Bank DKI, Jalan Suryopranoto, Jakarta Pusat, Senin (26/2).

“Ini aksi kami yang kelima, karena empat aksi kami yang terdahulu belum menghasilkan seperti apa yang kami harapkan,” ujar Koordinator Lapangan GPMKI Rajak Latukonsina di sela-sela aksi.

Unjuk rasa ini tidak mendapatkan penjagaan yang terlalu ketat dari kepolisian, namun sempat tegang karena keinginan peserta aksi untuk membakar dua buah ban di depan pintu gerbang Bank DKI, dicegah polisi. Sebagian massa lalu bergerak ke tengah jalan untuk melanjutkan aksinya disitu.

Selama beberapa menit arus kendaraan yang datang dari arah Tomang menuju Harmoni, terganggu. Massa lalu kembali ke depan gerbang Bank DKI, dan arus lalu lintas kembali lancar.

Rajak mengatakan, sesuai data yang didapat GPMKI, telah terjadi penyalahgunaan wewenang oleh beberapa direksi di PT Bank DKI, sehingga menimbulkan dugaan kalau di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu telah terjadi tindak pidana korupsi.

“Selain jajaran direksi, yang juga melakukan hal ini adalah Secretary Corporate Zulfharsah,” katanya.

Ia menyebut kasus-kasus dimaksud adalah pengucuran kredit fiktif, korupsi pengadaan 100 unit ATM Bank DKI, dan dugaan pengucuran dana CSR perusahaan yang hanya diperuntukkan bagi oknum-oknum petinggi di Bank DKI.

Selain hal itu, lanjut Rajak, saat Pilkada DKI Jakarta 2017 silam, Zulfarshah merupakan salah satu Tim Relawan Ahok, dan saat itu dia menjanjikan proyek rumah susun bagi warga yang memilih Ahok.

“Tapi Ahok kalah, dan janji itu tak terealisasi,” imbuhnya.

Atas hal-hal tersebut, GPMKI menyampaikan empat pernyataan sikap:
1. Meminta Gubernur DKI Jakarta agar mencopot Direktur Utama Bank DKI
2. Meminta OJK (Otoritas Jasa Keuangan) agar mengaudit keuangan PT Bank DKI
3. Meminta OJK agar menyegel kantor Bank DKI
4. Zulfharsah harus bertanggung jawab atas penyalahgunaan anggaran PT Bank
DKI. []

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top