Top News

Hakim Tipikor Vonis 4 Tahun Penjara Untuk Mantan Pejabat Bakamla

Nasionalpos.com, Jakarta – Mantan Mantan Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Badan Keamanan laut (Bakamla) akhirnya divonis hukuman empat tahun penjara dan denda sebesar Rp 200 Juta subsider dua bulan kurungan. Vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta itu, terkait kasus proyek pengadaan satelit monitoring di Bakamla RI.‎

“Menyatakan, terdakwa Nofel Hasan terbukti secara sah dan meyakinkan telah melaklukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” ucap Ketua Majelis Hakim Diah Siti Basariah membacakan amar putusan Nofel Hasan di Pengadilan Tipikor Jakarta, ‎Senin (19/3/2018).

Dalam putusannya, Nofel Hasan dianggap terbukti menerima uang sebesar 104.500 Dollar Singapura dari Dirut PT Melati Technofo Indonesia (PT MTI), Fahmi Darmawansyah. Perusahaan itu merupakan pemenang lelang dalam proyek pengadaan satelit monitoring di Bakamla RI.‎

Uang tersebut berkaitan dengan pemulusan anggaran proyek pengadaan satelit monitoring (Satmon) pada Bakamla  tahun anggaran 2016. Nofel terbukti melanggar Pasal 12 huruf b Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaiman diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.‎

Selain itu, masih dalam putusannya, majelis juga mengabulkan salah satu permintaan Nofel Hasan. Yakni, memerintahkan jaksa membuka blokir rekening yang disita. Permohonan itu sebelumnya disampaikan penasehat hukum Nofel dalam nota pembelaan atau pleidoi.

Menurut Hakim‎, permohonan itu beralasan untuk dikabulkan. Pasalnya, ‎hingga sidang pembacaan tuntutan, tidak ditemukan fakta bahwa ada penerimaan uang dari hasil korupsi yang ditransfer melalui rekening bank itu. Ketetapan hakim ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.‎

Adapun yang memberatkan, karena perbuatan Nofel dinilai tidak membantu program pemerintah dalam pemberantasan Tipikor.

Sementara hal yang meringankan, Nofel dinilai berlaku sopan selama persidangan, mengakui perbuatannya, belum pernah dihukum, dan masih memiliki tanggungan keluarga.

Untuk diketahui, Vonis itu lebih rendah dari tuntutan Jaksa KPK. Jaksa penuntut pada KPK sebelumnya menuntut Nofel Hasan dengan hukuman pidana lima tahun penjara dan denda sebesar Rp200 Juta subsider tiga bulan kurungan.

Nofel sebelumnya didakwa bersama-sama dua pejabat Bakamla lainnya menerima uang 104.500 dollar Singapura dari Direktur PT Melati Technofo Indonesia dan PT Merial Esa Fahmi Darmawansyah. Uang itu diberikan terkait proyek pengadaan satelit monitoring di Bakamla yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun 2016

Menanggapi vonis tersebut, tim penasihat hukum maupun Nofel Hasan meminta waktu untuk pikir-pikir. Hal yang sama juga disampaikan tim Jaksa penuntut umum pada KPK.  [ ]

 

1 Comment

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top