Nasional

Di Monas, Terjadi Pembagian Sembako Cara Usang Jaman Now

Nasionalpos.com,Jakarta — Pesta Rakyat untukmu Indonesia yang digelar di Monas, Jakarta berlangsung meriah. Acara bertajuk, Berkarya Dalam Harmoni itu diisi oleh beragam pagelaran budaya, seperti drama musikal, tarian massal dan nyanyian dari berbagai pengisi acara yang dindoninasi oleh anak anak muda.

Selain itu, ada rekor Merah Putih, pengobatan gratis dan pembagian sembako. Kemeriahan terlihat, ketika panggung utama menyajikan beragam tampilan karya budaya anak bangsa dengan nuansa pakaian Merah Putih.

“Ini adalah acara kerakyatan Indonesia,” ujar Ketua Panitia, Arlo Koesumo, di Monas, Jakarta, Sabtu (28/4/2018).

Sementara itu, dalam pembagian sembako gratis di acara tersebut nampak diwarnai kericuhan. pasalnya Antrean panjang dan saling dorong ikut memacu emosi masyarakat yang mengantre, Acara Pesta Rakyat Untukmu Indonesia ini digelar sejak pagi hingga sore. Acara sempat diwarnai kericuhan ketika pembagian sembako

Antrean panjang dan saling dorong ikut memacu emosi masyarakat yang mengantre. Seorang ibu bernama Yuni (45)  terus meracau karena ditolak saat berada di barisan paling depan. Yuni semakin emosi ketika panitia menolak memberikan makanan, meskipun posisinya sudah berada di barisan paling depan. bahkan ada yang mengalami pingsan.

“Kalau begini enggak usah dikasih kupon. Sudah sampai depan, sudah terdesak-desak, tergencet-gencet,” ucap Yuni.

Sementara itu, di temui  terpisah, mencermati situasi berlangsungnya acara Pesta Rakyat tersebut, Ivan Parapat, SH Ketua Forum Diskusi  (Fordim) Jakarta, menyanyangkan  Pesta Rakyat nampak tidak tertib, kacau hingga merugikan warga, baik warga yang menghadiri acara itu maupun warga pengguna jalan di sekitar kawasan Monas ataupun pengguna jalan melintasi kawasan monas yang mengalami kemacetan.

“Acara itu kacau, karena dilakukan dengan cara-cara usang di jaman now.”ucap Ivan, saat ditemui nasionalpos.com, Sabtu, (28/4/2018), di kawasan Jakarta Timur.

Menurutnya, cara pembagian sembako yang usang itu, sangat merugikan masyarakat, dan bahkan terkesan harga diri dan martabat masyarakat di kesampingkan begitu saja, mestinya, Imbuh Ivan, panitia penyelenggara lebih memperhatikan faktor kemanusiaan daripada faktor membangun pencitraan semu begitu.

“Ya, kalau hanya membagi sembako untuk rakyat, ya, mestinya jangan dibagikan di Monas donk, bagikan saja di setiap RT saja itu lebih manusiawi daripada di mobilisir ke Monas,”tandas Ivan. (dito)

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top