Nasional

Ketua MPR Ingatkan Presiden Soal Masih Banyaknya Rakyat Miskin

Nasionalpos.com, Jakarta – Ketua MPR Zulkifli Hasan mengingatkan pemerintah soal kesenjangan ekonomi rakyat yang masih lebar. Hal itu dinyatakan Zulkifli saat menyampaikan pidato pembukaan Sidang Tahunan MPR 2018 di gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (16/8/2018).

“Masalah Kesenjangan Ekonomi. Kami mensyukuri penurunan Gini ratio yang dicapai oleh pemerintah dari sekitar 0.41 menjadi 0.39 saat ini. Ini terjadi akibat turunnya pendapatan masyarakat kelas atas ketimbang naiknya pendapatan masyarakat kelas bawah. Yang sangat perlu diperhatikan adalah golongan miskin dan hampir miskin masih sangat besar jumlahnya,” jelasnya.

Zulkifli mengatakan, lebarnya kesenjangan dan tingginya angka kemiskinan menjadi tantangan besar bangsa Indonesia jelang 73 tahun merdeka. Karena itu, perlu menjadi perhatian pemerintah sebab tak ada kemerdekaan dalam kemiskinan. Kemerdekaan belum dirasakan oleh rakyat miskin.

“Gagasan tentang ratu adil yang disemboyankan Bung Karno adalah gagasan untuk mencapai masyarakat yang adil, makmur, gemah ripah loh jinawi. Gagasan tentang masyarakat yang tidak dibelenggu oleh kemiskinan,” kata dia.

Menurutnya, golongan miskin dan hampir miskin yang sangat banyak jumlahnya rentan terhadap perubahan harga. Karena itu, Pemerintah perlu menjaga harga-harga barang kebutuhan rumah tangga agar daya beli masyarakat miskin tidak tergerus.

“Pak Presiden, ini ada titipan dari emak-emak agar harga bahan pokok terjangkau,” kata Zulkifli.

Meski gini ratio saat ini menurun dari 0,41 menjadi 0,39, namun, menurut Zulkifli, hal itu terjadi karena pendapatan masyarakat kelas atas ketimbang naiknya pendapatan masyarakat kelas bawah.

“Yang sangat perlu diperhatikan adalah golongan miskin dan hampir miskin masih sangat besar jumlahnya. Golongan ini sangat rentan terhadap perubahan harga,” kata Zulkifli.

Dalam sidang tahunan MPR Zulkifli itu, hadir Presiden Jokowi didampingi istri Iriana Joko Widodo. Beserta Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Mufidah Jusuf Kalla.

Sidang MPR juga dihadiri oleh para mantan presiden maupun wakil presiden, diantaranya Presiden RI Ketiga Bacharuddin Jusuf Habibie, Presiden RI Kelima Megawati Sukarnoputri.

Namun Presiden RI Keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) nampak tidak hadir. Dari jajaran  mantan wakil Presiden antara RI Keenam Try Sutrisno dan Wakil Presiden RI Ke-11 Boediono.

Hadir juga Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua DPD Oesman Sapta yang masih menjadi Wakil Ketua MPR. Wakil Ketua MPR Mahyudin,  E.E. Mangindaan, Hidayat Nur Wahid, Ahmad Basarah, Ahmad Muzani, Muhaimin Iskandar.

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Moermahadi Soerja Djanegara, Ketua Mahkamah Agung (MA)  Muhammad Hatta Ali, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman, Ketua Komisi Yudisial Jaja Ahmad Jayus.

Para Duta Besar dan Kepala Perwakilan Negara-negara sahabat, Anggota MPR RI, pimpinan dan anggota Lembaga-lembaga Negara, Para Menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI, KAPOLRI, Jaksa Agung, dan Para Kepala Staf Angkatan, Para Ketua Umum Partai Politik. []

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top