Megapolitan

Penerapan Peraturan Bawaslu No.28 Tahun 2018, Terkesan Diskriminatif

Nasionalpos.com,Jakarta — Adanya Peraturan Bawaslu RI no.28 Tahun 2018,yang menyebutkan pengurus rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW)agar tidak terlibat kampanye calon legislatif maupun calon presiden-wakil presiden di Pemilu 2019 ini,nampaknya terkesan diskriminatif karna disinyalir penerapan peraturan tersebut tidak menyentuh pejabat negara, di duga terlibat dalam team sukses dari pasangan Capres-Cawapres petahana,demikian di sampaikan Poly Siahaya Pembina Forum RT RW Provinsi DKI Jakarta, saat ditemui pers di kawasan DPRD DKI Jakarta, Kamis,(27/9/2018).

“Ya, sudah semestinya pejabat negara yang jadi team sukses  dikenakan sanksi hukum sesuai Peraturan Bawaslu RI No.28 Tahun 2018, jangan hanya RT RW saja dikenakan sanksi oleh peraturan tersebut,” tutur Poly Siahaya.

Menurutnya, di era demokrasi ini, keberadaan Rukun Tetangga maupun Rukun Warga sebagai pranata sosial di pilih langsung oleh masyarakat, bukan lah penjabat negara ataupun Aparatur Sipil Negara yg dapat dikenakan Peraturan Bawaslu RI tersebut, sebagai dinamisator demokratisasi ,RT RW harus berpolitik jika tidak berpolitik maka peran Pendidikan Politik di masyarakat akan mandul.

“RT dan RW di Provinsi DKI Jakarta memang terima dana operasional dari APBD DKI Jakarta, tapi itu bukan berarti RT/RW itu Pegawai Pemprov, mereka tokoh Masyarakat yang terpilih dan juga memiliki hak Politik, serta boleh berpolitik,” tutur Poly Siahaya.

Lebih lanjut ia mengatakan di Pergub Nomor 171 Tahun 2016 tentang Pedoman Rukun Tetangga dan Rukun Warga. Di Pergub itu disebutkan, pengurus RT dan RW dilarang berpolitik. Pergub inilah yang sedang diperjuangkan oleh Forum RT RW Provinsi DKI Jakarta agar dicabut dan kemudian diganti Perda tentang RT RW.

“Intinya,kami berharap Bawaslu RI jangan diskriminatif, tegakkan peraturan bagi pejabat negara, bukan kepada RT/RW yang bukan pejabat negara,” tandas Poly Siahaya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top