Megapolitan

Caleg Ini Tuntut Sekjen PBB Minta Maaf

Nasionalpos.com, Jakarta – Pernyataan Sekretaris jendral (Sekjen) Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Ferry Noer (Ferry) bahwa ada calon legislatif (caleg) PBB yang sekedar numpang caleg menuai kecaman di internal partai berlambang bulan bintang tersebut. Sejumlah caleg menuntut Ferry untuk mengklarifikasi pernyataanya itu sekaligus meminta maaf.

Diantara caleg tersevut adalah Ridwan Umar yang merupakan caleg PBB Propinsi Jabar dari Dapil 4 Cianjur. Ia menilai pernyataan Ferry itu tidak hanya menyakitkan para caleg tapi juga berdampak negatif pada upaya sosialisasi yang dilakukan para caleg.

“Pak Ferry itu sekjen kami tapi kami heran bisa keluar pernyataan seperti itu. Siapa yang dianggap numpang caleg dan ini konotasinya bisa jadi kami dianggap tidak layak jadi caleg PBB atau bahkan saat ini yang berkembang jadi caleg penumpang gelap,” kata Ridwan di Jakarta, Senin (10/12/2018).

Menurutnya, sebagai seorang Saekjen seharusnya memberi semangat kepada para calegnya agar mendapatkan suara sebanyak-banyaknya. Apalagi, PBB telah menargetkan perolehan suara di pileg 2019 minimal 4 persen.

“Tapi kalau Pak Sekjen menyatakan ada penumpang gelap, maka kami yang repot menghadapi tudingan miring dari konstituen. Apalagi, saya ini juga alumni 212 bersama kawan-kawan lain banyak yang menjadi caleg di PBB,” tukas Ridwan yang juga Wasekjen Korps 212.

Dijelaskan Ridwan, untuk menjadi caleg PBB telah melalui beberapa tahapan. Diantaranya, mengisi formulir dan wawancara oleh pengurus PBB. Jika, ada yang dianggap numpang nyaleg atau penumpang gelap, maka harusnya dari awal ditolak.

Untuk itu, Ridwan meminta agar Ferry sebaiknya meluruskan pernyataannya tersebut sekaligus minta maaf kepada para caleg yang telah berjuang keras memenangkan PBB. “Kami hanya minta agar Pak Sekjen meluruskan pernyataannya dan minta maaf. Sekali lagi, kami yang kena getahnya di lapangan menghadapi itu. Belum lagi soal isu PBB dukung Jokowi membuat kami hanya sibuk klarifikasi,” tuntas Ridwan.

Ditemui terpisah, Hendra Dermawan yang merupakan caleg Kota Bogor dari Dapil 2 Bogor Utara juga mengungkapkan hal yang serupa.”Oh iya, Pak Ferry sebaiknya luruskan itu dan minta maaf. Kami dari Korps 21`2 yang menjadi caleg PBB jelas tersakiti,” tegas Hendra di Bogor, Jawa Barat.

Hendra Dermawan

Menurut Hendra, keinginan menjadi caleg PBB dilatar belakangi oleh penilaian positif terhadap partai yang kini dipimpin Yusril Ihza Mahendra tersebut. Para caleg yang awalnya tidak begitu tertarik dengan PBB memutuskan untuk masuk dan berjuang bersama kader PBB lainnya, karena menilai PBB sebagai partai Islam yang bersih dan isqomah perjuangkan aspirasi Umat Islam.

“Makanya, mayoritas caleg PBB itu adalah alumni 212 atau dari Ormas Islam, seperti FPI dan lainnya. Bahkan ada dari mantan HTI dan kombatan Aceh. Itu karena menilai PBB ini rumahnya Umat Islam. Tapi, kenapa sekarang dianggap numpang nyaleg?.” tanya Hendra.

Ditambahkan Hendra, mayoritas orang memilih menjadi caleg PBB juga lantaran tertarik dengan pidato Yusril yang mengajak Umat Islam untuk terjun ke pentas politik praktis dalam rangka bela Islam. “Kan Pak Yusril yang minta kami masuk PBB untuk berjuang bersama-sama di jalan Allah. Jujur kami sakit dengan pernyataan Ferry itu. Janganlah kami dianggap rendah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBB Afriansyah Ferry Noer menyebut kader yang mendukung Prabowo-Sandi kebanyakan calon nonkader. Misalnya yang berasal dari Alumni 212 atau anggota organisasi kemasyarakatan.

Ferry menyebut nama Novel Bamukmin yang selama ini dikenal sebagai juru bicara Persudaraan Alumni 212 sebagai salah satu caleg PBB yang mendukung Prabowo-Sandi.

“Mereka (pendukung Prabowo) bukan kader partai, cuma numpang nyaleg,” kata Ferry kepada CNNIndonesia.com, Rabu (5/12/2018).   (cep)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top