Nasional

Kader Desak Ferry Mundur Sebagai Sekjen dan Dipecat Dari PBB

Nasionalpos.com, Jakarta – Kader Partai Bulan Bintang (PBB) Ali Wardi, SH menilai kondisi partainya memprihatinkan. Padahal, menjelang perhelatan pemilu 2019, partai berlambang bulan bintang itu seharusnya solid untuk meraih target kursi minimal 4 persen untuk penuhi parliamentary threshold (ambang batas) agar dapat lolos ke Senayan. Nyatanya, yang terjadi sebaliknya dan salah satu penyebabnya adalah pernyataan Sekretaris Jendral PBB Afriansyah Ferry Noer (Ferry) yang cenderung berdampak negatif pada soliditas dan citra partai.

Karena itu, Ali Wardi meminta sebaiknya Ferry mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekjen PBB. “Semakin mendekati hari pencoblosan pemilu, kondisi PBB tampaknya makin rawan terpecah. Seharusnya, partai ini solid dan pengurusnya bisa menjaga marwah partai agar bisa meraih suara terbanyak pada pemilu 2019 ini. Jujur saya prihatin sekali,” kata Ali kepada nasionalpos.com di kawasan Kalibata, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (12/11/2018).

Menurut Ali, sal;ah satu penyebab kondisi PBB saat ini adalah sikap dan pernyataan-pernyataan Ferry selaku Sekjen PBB. Misalnya, saat sebuah acara deklarasi dukungan terhadap Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra (YIM ) untuk mendukung  pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 di Solo, Jawa Tengah, beredar foto wanita-wanita mengenakan kaos berlogo PBB yang sama sekali tidak menunjukkan busana muslimah layaknya kader PBB.

“Foto itu beredar luas di masyarakat, sehingga citra PBB sebagai partai Islam jelas jatuh. Kok bisa foto beredar dan DPP PBB diam saja. Kalau benar itu acara deklarasi dukung langkah YIM untu mendukung Jokowi, maka jelas ini menjatuhkan marwah partai. Tapi, Sekjen tidak ada reaksi sama sekali,” kata Ali.

“Dalam waktu yang hampir bersamaan Sekjend PBB membuat statement bahwa PBB 75 % kini mendukung Jokowi-MA dan sisanya 25 % ke Prabowo. Hanya berselang sebulan saja keadaan jadi berubah,  ketika dia menyatakan dalam sebuah acara pertemuan dengan ulama GNPFbahwa  PBB 70% ke Prabowo dan sisanya 30 % ke Jokowi-MA. Pernyataan Sekjen PBB yang tidak konsisten itu jelas bukan karakter kader PBB yang istiqomah. Makanya sebaiknya Ferry mundur dari jabatannya sebagai Sekjen PBB atau dipecat sajalah,” tegasnya.

Lebih jauh, Ali mengungkapkan tentang pernyataan Ferry yang kini menjadi blunder, yakni banyak Caleg PBB menjadi penumpang gelap karena berasal dari luar/non kader PBB. Statement ini sepertinya keluar karena para caleg yang dianggap penumpang gelap ini kompak menentang langkah-langkah dan statementnya dan tentu juga langkah YIM.

“Pernyataan Ferry itu blunder buat partai. Perlu diketahui para caleg dari non kader itu mayoritas berasal dari kalangan yang simpati dengan PBB dengan berbekal spirit 212, cinta ulama, cinta ideologi Islam, pendukung militan ijtima Ulama dan anti penista agama pastinya. Kok bisa muncul pernyataan numpang caleg dari Sekjen PBB?. Saya tidak tahu apa motif Ferry yang kabarnya sebelum bergabung ke PBB dia juga sempat bergabung di Forkot (Forum Kota) yang ketuanya Adian Napitulu sekarang politisi PDIP ,” tukas Ali.

Menurut Ali, para caleg PBB yang baru bergabung di PBB adalah tamu undangan kehormatan PBB sekaligus merupakan masa depan PBB. Tamu kehormatan yang sudah berbuat dan berjuang keras untuk PBB. “Meskipun baru gabung ke PBB, tapi para caleg sudah pasti menjadi bagian dari keluarga besar PBB. Tamu yang mestinya sangat dimuliakan tapi malah dicaci dan dihina dengan kata-kata penumpang gelap. Sungguh memprihatinkan,” pongkasnya. (cep)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top