Nasional

Kasus Penyerobotan Tanah di Ring Road Cengkareng di adukan ke Kapolri

Nasionalpos.com,Jakarta — Tinta Emas telah ditorehkan Polri, Prestasi  membanggakan sejak reformasi 20 tahun yang lalu. Ini terbukti survey Litbang Kompas Juni 2018  kepercayaan publik  terhadap Polri 82,9% demikian juga  survey lainnya. Hal ini merupakan hasil kerja keras dan disiplin yang tinggi Tinta Emas dan Tri Brata Polri  tetap terjaga sebagai Polri Proffesional dan modern,demikian di katakan Alex Asmasubrata, Jumat, (25/1/2019).

“Namun segelintir oknum Polri  merusak Tinta Emas dan Tri Brata bahkan Negara dengan berpihak/takut kepada pengembang “9 Cacing” terbukti hingga kini tidak tersentuh oleh hukum Republik ini, walaupun sudah menjadi rahasia umum punya segudang masalah dengan merusak moral/integritas penegak hukum kita” tutur Alex Kepada pers.

Menurutnya, hal ini terkait dengan Laporan Sdr. SK. Budiardjo dan Nurlela pada thn. 2010  terjadi di Jl. Kamal Raya Outer Ring Road Cengkareng Jak-Bar. Di atas tanah kami telah dibangun Perumahan Golf Lake Residence oleh PT Sedayu Sejahtera Abadi (ASG) sampai saat ini tidak ada kejelasannya:

  1. LP No. 424/K/IV/2010/PMJ/ Restro Jakbar, Tgl. 21 April 2010. Pemukulan/ pengeroyokan.
  2. LP No. 3176/ IX/ 2010/ PMJ/Dit. Reskrimun tgl. 8 Sept 2010. Perkara pencurian 5 kontainer. Dilokasi tanah kami.
  3. LP No. 4259/IX/2016/PMJ/ DIT RESKRIMUM Tgl. 5 sept 2016. Perampasan tanah seluas 10.259m2.

Dari Laporan tersebut, sambungnya,  Pada Tanggal 2 Agustus 2017 dilaksanakan gelar perkara hasilnya “ditemukan pelanggarang Kode etik dan profesi” dan berkas perkara LP.No.424/KIV/2010 PMJ Resto Jakbar “HILANG”, Tindak Lanjut Gelar perkara tersebut keluar surat Perintah Kapolri No:Sprint/2494/IX2017tanggal 20 Sep 2017  mensupervisi gabungan ketiga LP tersebut, dan juga Kabreskrim Polri telah membuat laporan dengan surat No: B/6049/XI/2017 tanggal 30 Nov 2017,Namun usai keluarnya surat dari Bareskrim tersebut tidak ada kelanjutan proses penanganannya.

“Melalui surat tanggal 10 Januari 2018, tanggal 23 November 2018 serta surat tanggal 16 Januari 2019, menanyakan perkembangannya, namun hingga kini belum mendapatkan kejelasan LP tersebut” ungkap Alex yang juga menjadi kuasa hukum korban.

Padahal, imbuh Alex, pihaknya telah memberikan data Pengembang Golf Lake Residence yaitu PT. Sedayu Sejahtera Abadi kepada Penyidik dimana Direktur pada saat terjadinya ketiga LP tersebut hingga tahun 2014 adalah: Alexander Halim Kusuma sebagai Direktur; Ellen Kusumo Komisaris serta  PT. Alam Pusaka Jaya dan PT. Agung Sedayu sebagai pemegang saham.

Atas kejadian ini kami, mohon petunjuk Jenderal  Tito, Bagaimana lagi cara kami mendapatkan keadilan di Negeri yang hukumnya dirusak, tergadaikan kepada pengembang “9 cacing” utk mendapatkan 5 Kontener yang hilang, tanah 10.259M2 dirampas serta menyeret pelaku pengeroyokan ke pengadilan” pungkas nya.(*)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top