Politik

Rina Tak layak Jadi Caleg Partai Gerindra dari Dapil Jakarta 10

Nasionalpos.com.Jakarta — Penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2019 yang bersih, jujur dan adil, bukan hanya di wujudkan oleh penyelenggara Pemilu saja, melainkan juga mesti di wujudkan oleh peserta pemilu, yakni para caleg yang mengikuti pemilu 2019, Pasalnya dari sekian ratusan calon legislative DPRD DKI Jakarta, terdapat salah  seorang calon legislative petahana,dari partai Gerindra yang di duga terlibat kasus korupsi temuan BPK RI Tahun 2014, demikian di sampaikan Agus S. Tanur Koordinator Koalisi Dosen dan Guru, saat ditemui pers, Jumat, (25/1/2019).

“ Hasil temuan BPK RI terhadap perkara tersebut, menunjukkan adanya temuan dugaan tindak pidana Kolusi  dalam proyek pengadaan buku tersebut, di mana di duga adanya tindakan kolusi dengan modus operandi lelang di atur, yang di duga merugikan negara sebesar Rp 3,5 Milyar,”ungkap Agus.S.Tanur.

Menurutnya, ada 6 buku yang di jual Rina Aditya Sartika anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta ke sekolah-sekolah di wilayah Propinsi DKI Jakarta adalah dari Kampoeng Hingga Metropolitan, Batavia Era Kolonial Hingga Jokowi, Jakarta Dulu Rawa Sekarang Pencakar Langit, Dari Delman Menuju MRT, Perempuan Betawi Menyusui, dan Urban Batavia Urban Jakarta. Anggaran pengadaan 6 buku itu mencapai angka Rp 3,5 miliar. Parahnya lagi, 6 buku yang di biayai dengan uang negara tersebut malah digunakan sebagai buku kampanye saat Rina Aditya Sartika mencalonkan diri sebagai caleg DPRD DKI Jakarta.

Tahun 2014 silam di duga juga adanya keterlibatan oknum anggota Dewan Pendidikan Jakarta Barat berinisial Nasrun Najib, yang bersangkutan di duga turut membantu membuat perusahaan fiktif bernama PT Fotec Solusi merupakan perusahaan yang mencetak buku-buku bermasalah tersebut dan indikasikan mengeruk keuntungan sangat besar.

Diperoleh informasi bahwa PT Kantor PT Fotec Solusi berkantor di Jalan Mangga Raya, Green Ville, Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini, merupakan perusahaan yang juga terdapat saham kepemilikan dari Alex Usman ( Bapaknya Rina) dan juga Rina Aditya.

“Kasus ini di petieskan selama 4 tahun, katanya sih sudah di periksa si Rina maupun si Nasrun Najib, tapi nyatanya  hingga sekarang, kasus ini gelap, tidak ada tindak lanjut,”tutur Agus.S Tanur, karena itu, lanjutnya, ia sudah melaporkan ke Kejaksaan Tinggi dan lembaga lain agar kasus ini di usut kembali.

“Dari kasus ini jelas, bahwa Rina tak layak jadi caleg, dan juga Nasrun Najib tak layak jadi anggota Dewan Pendidikan karena di duga dampak perbuatan mereka itu, telah menodai dunia pendidikan,”tandasnya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top