Politik

Dekrit Kembali ke UUD45 Asli Dasar Strategis Kembali ke Kedaulatan Jatidiri Bangsa Indonesia

Nasionalpos.com,Jakarta — Era Reformasi yang elemen utamanya adalah para cendikiawan, termasuk di dalamnya adalah mahasiswa, pada kenyataannya di pengaruhi gerakan Neoliberalisme global yang ingin memperkokoh kekuasaan ekonomi dan bisnisnya di Indonesia, bahkan mereka ingin merubah ideologi Pancasila dengan ideologi Neoliberalisme, itu semua hanya dimungkinkan terjadi, jika di adakan amandemen pasal pasal UUD45, demikian dikemukakan Kristiya Kartika mantan Ketua Presidium Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia.

Acara Diskusi terbatas ini bertemakan Dekrit Presiden Kembali Ke UUD 1945 Pra-Reformasi: Langkah Awal Yang Strategis Pasca-Pemilu 2019 di The Founding Fathers House (FFH), Jl. Prapanca Raya 101, Jakarta Selatan.Kamis, (21/2/2019).

“Secara Harafiah, amandemen UUD 45 itu merupakan upaya meniadakan eksistensi NKRI dengan Pancasila sebagai ideologi nya,” ungkap Kristiya Kartika yang juga Ketua Lembaga Pengkajian dan Pendidikan Swadaya Nasional (LPPSN).

Sementara itu, Edwin Soekowati yang juga hadir Sebagai narasumber Diskusi tersebut, menyampaikan pendapatnya,bahwa Amandemen UUD45 itu merupakan bentuk penjajahan Neoliberalisme terhadap Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia, bahkan mereka melalui antek antek nya seperti NDI, Lsm Cetro dll, berupaya membentuk Negara Baru dengan mengubah UUD45 menjadi UUD2002.

“Saat ini ada momentum international,banyak negara Kembali ke Jatidiri Bangsanya,karena itu trend itu mesti menular ke Bangsa Indonesia, Kembali ke Jatidiri Bangsa Indonesia merupakan langkah strategis mengembalikan kedaulatan bangsa” tukas Edwin Soekowati mantan Ketua Team Evaluasi Pemilu 1999 silam.

Menanggapi hal itu,salah seorang penanggap, Wibawa Nugraha mengatakan masalah Kembali ke UUD45 jika sudah menjadi kebutuhan strategis Bangsa Indonesia, maka diperlukan strategi dan kepemimpinan Nasional yang legitimate, karena itu perlu adanya langkah langkah pembentukan Gerakan sosial dari seluruh Komponen Bangsa Indonesia, Sedangkan caranya bisa lewat dekrit.

“Tanpa terciptanya social movement, pembentukan jaringan yang masif, upaya untuk Kembali ke UUD45 akan mengalami kegagalan,” tandas Wirawan Nugroho alumni SMAK Pangudi Luhur.

Di akhir Diskusi, Suryo Susilo pemandu diskusi ini mengatakan bahwa Dekrit Presiden Kembali ke UUD45 merupakan jiwa dari Kembali ke kedaulatan jati diri bangsa oleh sebab perlu adanya edukasi ke Masyarakat untuk membentuk kesadaran kolektif.

“Rakyat harus disadarkan secara massif,Kembali ke UUD45 merupakan landasan strategis untuk Kembali ke kedaulatan bangsa,” tandas Suryo.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top