Nasional

Ketua DPR RI: Model Penanganan Konflik di FSAB dapat diterapkan untuk mencegah dan mengatasi konflik pada Pemilu 2019

Nasionalpos.com,Jakarta — Suasana menjelang penyelenggaraan Pemilihan Presiden 2019, semakin menguat aroma potensi konflik di tataran elit yang dapat berimbas pada munculnya konflik di akar rumput. Kondisi ini harus di antisipasi terutama dengan semakin mendekatnya pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019, hal ini disampaikan Suryo Susilo Ketua Forum Silahturahmi Anak Bangsa, bersama 9 orang anggota Pengurus FSAB ketika di terima Ketua DPR RI Bambang Soesatyo  di ruang kerjanya, Selasa, 12 Maret 2019 kemaren pagi.

“Kehadiran FSAB bertatap muka dengan Ketua DPR RI, bermaksud ingin menyampaikan konstribusi pemikiran tentang bagaimana mencegah dan bahkan menangani indikasi terjadi konflik pra maupun pasca Pilpres 2019 mendatang,”ucap Susilo

Sementara itu, merespon apa yang disampaikan Suryo Susilo, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi model penanganan konflik yang ada di Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB). Menurutnya, kondisi menjelang penyelenggaraan Pileg dan Pilpres 2019 ada indikasi dapat terjadi konflik; oleh karena itu pihak nya sudah mengingatkan kepada pihak 01 maupun pihak 02 agar stop kampanye hitam, stop penyebaran hoax dan stop ujaran kebencian sebagai upaya untuk mencegah konflik.

Nina Pane selaku editor buku tentang FSAB (The Children of War) mengatakan: “Melalui silaturahmi, putra putri dari tokoh pelaku atau yang terlibat dalam konflik di masa silam dapat menyepakati untuk tidak terus menyimpan dendam dan berupaya agar tidak terjadi lagi konflik di masa depan.”

Suryo Susilo, Ketua FSAB menambahkan “Teman-teman di FSAB punya alasan yang kuat untuk saling membalas dendam, namun dengan terus bersilaturami, alih-alih ingin membalas dendam, mereka malah jadi bersahabat.”

“Jelang Pileg dan Pilpres 2019 yang tinggal 36 hari lagi, diharapkan KPU dapat segera menggelar silaturahmi, utamanya antara para tim sukses untuk Pilpres 2019. Dalam silaturahmi, masing-masing pihak bisa menyampaikan masalah dengan argumentasinya, dan melalui musyawarah semua pihak berupaya menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan, tanpa saling melapor dan membawa masalah ke ranah hukum, yang seringkali malah tidak menyelesaikan masalah melainkan menimbulkan masalah baru. Pemilu seharusnya bisa menyenangkan karena merupakan ‘pesta demokrasi’, bukan ‘perang demokrasi’.” kata Susilo.

“Apa yang di lakukan FSAB bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan, ini pekerjaan luar biasa, yang mestinya dapat di tumbuhkembangkan di dalam kehidupan berdemokrasi, terutama pada momentum Pileg dan Pilpres 2019 yang potensi konfliknya tinggi” tutur Ketua DPR RI Bambang Soesatyo.

Hal senada disampaikan Ibong (Agustansil Sjahroezah), Ketua Litbang FSAB, menurutnya keberadaan FSAB  dapat dimanfaatkan untuk mencegah terjadinya konflik,

” FSAB memiliki pengalaman hidup, mengalami pahitnya kehidupan akibat konflik, dan berupaya agar jangan sampai terjadi konflik lagi”ujar  Ibong (Agustansil Sjahroezah)

Dengan pengalaman itu pula, imbuhnya FSAB dapat dilibatkan dan menjadi bagian dari upaya penanganan konflik (conflict resolution).

” Kalau ada pihak yang ingin bertahan dan pihak yang ingin menggantikan dapat mematuhi ketentuan yang ada dan tidak menghalalkan segala cara untuk menang, serta penyelenggara Pemilu dan aparat keamanan dapat melaksanakan dan menjaga agar Pemilu dapat terselenggara dengan LUBER (langsung, umum, bebas, rahasia) dan JURDIL (jujur, adil), kita tidak perlu khawatir akan terjadi konflik,” tandas Djoko Purwongemboro, anggota Badan Penasihat FSAB.(*)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top