Nasional

68 Orang Meninggal, 116 Luka-Luka Akibat Banjir di Sentani Papua

Nasionalpos.com,Papua – Warga yang mengungsi akibat banjir bandang Sentani di Kabupaten Jayapura, Papua terus berdatangan di sejumlah posko pengungsi hingga Senin.

Bupati Jayapura Mathius Awoitau mengungkapkan korban yang meninggal masih berjumlah 68 orang. 41 orang luka berat kemudian 75 luka ringan”Semua tim medis stand by untuk menangani korban-korban,” kata ujar Mathius saat ditemui di posko pengungsian pada Senin.

Data dari posko terpadu menyebutkan, pengungsi yang dievakuasi di Kantor Bupati Jayapura bertambah menjadi 4.286 orang. Diperkirakan jumlah ini akan terus bertambah, katanya.

Kedatangan pengungsi korban banjir bandang, rata-rata ketakutan akan banjir susulan di sekitar tempat tinggalnya. Apalagi, sejak Minggu (17/03) malam, wilayah Sentani dan sekitarnya dilanda hujan deras.

Salah-seorang pengungsi, Ekmira, bersama keluarganya berbondong-bondong ke posko pengungsi di Kantor Bupati Jayapura.

Dia mengungsi sejak Minggu (17/03) malam, karena panik akan adanya terjangan banjir susulan, walau rumanya di kawasan Yowari “aman dari terjangan banjir. rga Yowari yang terpaksa mengungsi karena was-was banjir susulan di Sentani, Papua.

“Malam tu banjir lagi to. Banjir sekali to, jalan kaki ke sini,” ujar Ekmira ketika ditemui BBC di posko pengungsi Kantor Bupati Jayapura, Senin (18/03) pagi.

Kekhawatiran yang sama juga diungkapkan warga bernama Agus Soleh, yang tinggal di Doyo Baru -salah satu daerah yang terparah kena dampak banjir bandang, di distrik Waibu. Dia mengungsi sejak Minggu malam.

“Kami datang mengungsi di sini karena ada informasi dari BMKG ‘kalau bisa [Minggu] sore atau malam mengungsi’, karena katanya ada [banjir] yang lebih besar lagi. Jadi kita sekeluarga mau tak mau harus mengungsi,” ujar Agus.

Dia memaparkan kondisi rumahnya yang diterjang banjir bandang hingga kini tertutup lumpur walaupun tidak terlalu parah. “Lumpur ada di depan rumah,” ungkapnya.

Bahkan banjir bandang, Sabtu (16/03) malam, membuat akses jalan tertutup dengan material lumpur dan kayu, membuatnya terperangkap di dalam rumah.

Hujan Kian Perparah Kondisi

Hujan dengan intensitas yang terus terjadi, kata Mathius, semakin memperparah kondisi area yang terdampak banjir. Apalagi, BMKG memperkirakan hujan akan terus terjadi beberapa hari ke depan, kata Bupati.

“Kita harus antisipasi, kalau hujan lagi pengungsi akan bertambah,” tegasnya.

Mathius menambahkan, untuk keperluan para pengungsi dibutuhkan tambahan kebutuhan pokok dan selimut. Untuk sementara, para pengungsi tinggal di gedung-gedung pemerintahan.

Dengan bertambahnya pengungsi, dia mengatakan koordinasi diperlukan untuk melakukan penanganan dengan baik.

Dia pun menghimbau kepada warga untuk terus waspada akan adanya banjir susulan. Evakuasi warga menjadi fokus penanganan, sambil terus membereskan akses jalan yang tertutup material lumpur dan kayu agar mobilisasi tim evakuasi dan kesehatan bisa tertangani dengan baik. Jayapuran pun menghimbau kepada warga yang terdampak banjir untuk terus waspada akan adanya banjir susulan.

“Ada jembatan juga nyaris putus, makanya diantisipasi juga bagaimana penanganan daruratnya. kita sedang berkoordinasi dengan Kementerian PU supaya semua bisa ditangani.

Adapun akses ke beberapa daerah masih terputus, membuat evakuasi sulit dilakukan. Antara lain, distrik Refenirara yang berada di daerah pesisir pantai yang berhadapan dengan lautan Pasifik, dan lembah Grime dan Yapsi.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal menyebutkan hingga kini tercatat 350 rumah rusak berat akibat terjangan banjir bandang, 3 jembatan permanen rusak berat, 8 buah drainase rusak berat.

Lalu, terdata empat ruas jalan di Sentani rusak berat, 1 buah masjid rusak, sebanyak 8 sekolah rusak berat, pasar lama Sentani rusak akibat musibah ini. (*)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top