Top News

BIG Akui Indonesia Masih Defisit Tenaga Surveyor Pemetaan

Nasionalpos.com,Jakarta – Badan Informasi Geospasial (BIG)  mengaku jumlah tenaga Surpeyor  Pemetaan mulai  dari level SMK sampai dengan DI (satu) masih kekurangan sekitar  20.000. Jumlah tersebut masih defisit dibandingkan dengan jumlah kebutuhan  yang  ada.

“BIG telah meminta tolong Kemendikbud dan Kemenristekdikti untuk ’menggerakan’nya.  Kalau tidak, begitu banyak pembangunan, surveyor kita kurang, kita- kita gak bisa nolak pembangunan infrastruktur tambang, perusahaan-perusahan China jadi surveyor. Ngak ada. Akhirnya, bawa dari China, “kata Kepala BIG, Hasanuddin Z. Abidin dalam acara Rakornas Informasi Geospasial (IG) di Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Menurut  Hasanuddin hal itu tidak bisa disalahkan juga, karena  mereka mencari di sini (Indonesia), tetapi kurang, sementara pembangunan harus jalan. Akhirnya mereka  bawa sendiri dari China atau dari negara asalnya.

“Di kebun-kebun kelapa sawit milik Malaysia, itu sudah saya lihat banyak Surveyor dari Malaysia. Alasannya, ya memang itu. Jadi harus diperkuat SDM nya. Jangan sampai “kue”nya  Geospasial begitu besar, tetapi SDM kita kurang, terpaksa biar ”kue”nya gak busuk, ya harus dibawa dari luar, “papar Hasanuddin.

BIG juga berharap ke depan nya di setiap daerah, minimal ada dinas Informasi Geospasial, karena semua lokus pemanfaatan informasi Geospasial ada nya di daerah.

“Mulai dari reforma agraria, pembangunan infrastruktur, pemetaan desa, masalah bencana dll, ini terjadinya di daerah, di level tapak. Nah, kalau tidak ada, dan setiap ada masalah di daerah minta peta ke Cibinong (BIG) dan segala macem, nanti repot,”ujar Hasanuddin.

Ia juga menegaskan Pusat Informasi Geospasial keberadaannya minimal ada di setiap provinsi.  Dengan demikian, mereka (daerah) bisa bergerak sendiri di sana.

Sebelumnya Hasanuddin  juga seperti dikutip dari laman BIG menjelaskan, bahwa saat ini pembangunan sudah masuk ke level tapak, maka IG yang akurat sangat diperlukan. Bukan hanya geospasial dasar, tetapi juga peta tematik yang harus dipenuhi adalah skala yang lebih detail di skala 1 : 5.000 ataupun skala 1: 1.000. Nantinya hal ini akan bisa mewujudkan pembangunan berbasis informasi geospasial.

Dipaparkan pula bahwa saat ini Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN) sudah terhubung dengan 19 K/L,  34 Pemerintah Daerah, 47 Kabupaten/Kota dari 514 Kabupaten/Kota dan 20 Perguruan Tinggi Negeri.

Nantinya akan ada Palapa Ring yang sedang dibangun oleh Kemenkominfo untuk penyebarluasan informasi geospasial lebih luas lagi. Penyebarluasan IG diharapkan BIG dapat dimanfaatkan secara maksimal, dan jika perlu tidak berbayar atau gratis. Di Ina Geoportal yang dimiliki BIG, pengadaan peta dasar digital dan peta kebencanaan dapat diunduh secara gratis di tanahair.indonesia.go.id.(*)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top