Megapolitan

FSAB Sosialisasikan Nilai-Nilai Kejuangan dan Kepahlawanan Bagi Generasi Millennial

Nasionalpos.com,Jakarta — Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang Menghargai dan tidak melupakan Jasa para Pahlawannya, ungkapan ini memiliki makna bahwa adanya benang merah kesejarahan nilai-nilai kepahlawanan dari para pejuang pra kemerdekaan, kemerdekaan dan pasca kemerdekaan yang tidak boleh di hilangkan dari jejak langkah kehidupan bangsa dan negera, dari masa ke masa dan dari generasi ke generasi, inilah yang kemudian menggugah sekumpulan orang muda yang tergabung dalam study club Gerakan Revolusi Pemuda (Garuda), untuk melakukan aktivitas edukatif tentang jejak langkah para pahlawan, tokoh bangsa, dan negarawan yang mempunyai sumbangsih bagi bangsa dan Negara, demikian disampaikan R.M.E Tjokrosantoso (Bung Tjokro) inisiator dan sekaligus pemimpin studie club Gerakan Revolusi Pemuda, saat menjadi narasumber di acara pertemuan dengan beberapa Pengurus Forum Silahturahmi Anak Bangsa (FSAB), yang di gelar di Sekretariat FSAB, Jakarta Selatan, Kamis, (9/5/2019).

Generasi kami dan juga generasi yang sedang tumbuh berkembang di Era Millennial ini, se-akan di buta kan tentang sepak terjang para pahlawan, tokoh bangsa maupun negarawan yang ada di tempo dulu, oleh karena itu, kami ingin memahami jejak langkah, gagasan, pemikiran dan sikap mereka, agar dapat di wariskan kepada adik-adik generasi milineal ini,”tutur Bung Tjokro merupakan putra dari Jojo Tjokrosantoso salah seorang tokoh pergerakan di era kemerdekaan dari Barisan Pelopor.

Menurutnya, kondisi kebangsaan hari ini, terutama di kalangan generasi milenial, sangat memprihatinkan. Mereka kehilangan tokoh panutan, tokoh keteladanan dan bahkan juga kehilangan tokoh yang menginspirasi mereka di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kondisi inilah kemudian melatarbelakangi berdirinya studie club Gerakan Revolusi Pemuda (Garuda) pada 18 Desember 2016 lalu, Garuda merupakan Studie Club yang bergerak untuk membangkitkan kesadaran Nasional dengan memotivasi Generasi Penerus Indonesia dengan asas percaya pada diri sendiri (selfhelp). Artinya memperbaiki Semangat Nasionalisme, Ekonomi, Sosial dan Budaya dengan kekuatan sendiri, termasuk di antaranya adalah menggali sepak terjang kepahlawanan tokoh pergerakan kemerdekaan di masa lalu, sehingga dapat menginspirasi terbangunnya jati diri bangsa di kalangan generasi milenial sekarang ini.

“Melalui aktivitas Sosialisasi Kebangsaan, kami memberikan pemahaman tentang Pancasila, nilai-nilai sejarah kepahlawanan, nilai-nilai patriotisme kepada generasi milenial, kami juga bekerjasama dengan berbagai pihak untuk menggali nilai-nilai sejarah kepahlawanan, termasuk juga bekerjasama dengan FSAB, yang insyaalah jika bersinergi dengan kakak-kakak di FSAB dapat menggali sepak terjang lebih tokoh sejarah di masa lalu, karena di FSAB banyak anak dari para tokoh sejarah.”tutur Bung Tjokro.

Sementara itu, di tempat yang sama, menanggapi ajakan untuk bersinergi dari studie club Garuda, Ketua FSAB, Suryo Susilo menyatakan apresiasinya kepada Garuda dengan berbagai kegiatan yang sudah di lakukan oleh komunitas anak muda tersebut, dan pihaknya menyambut baik ajakan bersinergi untuk kebutuhan strategis dan mendesak yaitu menanamkan nilai-nilai kejuangan dan kepahlawanan kepada generasi milenial melalui studi terhadap sepak terjang, gagasan, sikap dan tindakan para tokoh pergerakan tempo dulu dalam meraih kemerdekaan dan membangun bangsa dan Negara Indonesia.

Menurut Susilo, menanamkan jiwa, semangat dan nilai-nilai kejuangan kepada generasi milenial merupakan kebutuhan yang dapat dikerjakan bersama, dan FSAB menyambut baik ajakan bersinergi dari Gerakan Revolusi Pemuda. “Tidak mudah menanamkan nasionalisme, nilai-nilai kejuangan dan kepahlawanan kepada generasi milenial yang cenderung bersikap acuh tak acuh dan pragmatis serta tidak sedikit yang a-nasionalis. Namun cara dan metode yang diterapkan bung Tjokro kepada adik-adiknya nampaknya cocok dan mengena, sebagaimana disampaikan oleh peserta studie club Garuda yang memberikan kesaksian.”

Agustanzil Sjahroezah (Ibong), Ketua Bidang Litbang FSAB menambahkan, FSAB memiliki motto “Berhenti mewariskan konflik, tidak membuat konflik baru”. FSAB dapat menjadi bagian yang aktif dalam penanganan konflik untuk memelihara persatuan dan kesatuan bangsa demi tegaknya keberdaulatan bangsa, karena di FSAB bergabung anak-anak korban konflik dari kubu yang berlawanan, yang sudah berhasil mengatasi perasaan benci dan dendam.

Konflik hanya akan menimbulkan duka dan ‘luka’ yang dapat memecah belah persatuan bangsa yang sudah di merdeka kan dengan perjuangan dan pengorbanan jiwa raga para pahlawan. Melalui sinergi antara FSAB dan Garuda, diharapkan dapat menanamkan kesadaran kepada generasi milenial yang merupakan generasi penerus dan pemilik masa depan bangsa dalam melanjutkan dan mewujudkan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945, pungkas Djoko Purwongemboro.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top