Megapolitan

Caleg yang tidak di Pilih Justru terpilih menjadi wakil rakyat di Parlemen

Nasionalpos.com,Jakarta–Penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2019 yang berlangsung bersamaan dengan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, pada Rabu (17/4/2019) lalu dan di ikuti Para calon legislatif DPRD Provinsi DKI Jakarta.Setelah melalui proses pemungutan dan penghitungan suara, realitasnya terdapat kejutan dengan bermunculan wajah-wajah baru di Parlemen Provinsi DKI Jakarta, demikian di katakan Yohanes Amos Manurung Ketua Perhimpunan Generasi Milineal Kristiani, saat di temui pers di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa ( 14/5/2019).

“Ada fenomena menarik yang terjadi pada Pemilu Legislatif 2019 ini, selain muncul wajah baru, ternyata juga muncul sosok caleg yang tadinya tidak di lirik dan bahkan di tentang keberadaannya di lingkungan warga Kristiani, khususnya umat Katolik, justru dia kini yang lolos menjadi wakil rakyat DKI Jakarta,”ungkap Yohanes Amos Manurung.

Menurutnya, keberadaan hirarki gereja yang secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam menentukan pilihan umat, justru tidak menguntungkan posisi gereja, kejadiannya sekarang, mereka  ( para caleg) yang di dukung dan bahkan di anjurkan oleh oknum klerus maupun pejabat gereja agar  di pilih umat, ternyata sekarang mereka tidak terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, sedangkan mereka yang tidak dianjurkan untuk di pilih, bahkan di cegah agar tidak memilih caleg tersebut, justru sekarang, terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, beliau adalah Inggard Joshua.

Selama masa kampanye pileg 2019, beliau ini tidak pernah di ikutkan dalam sosialisasi caleg Kristiani, bahkan beliau di isukan diragukan iman Katoliknya, dengan tujuan agar beliau tidak di pilih oleh umat Kristiani, namun ternyata Tuhan punya kehendak, beliau justru terpilih dari Partai Gerindra, adapun Partai Gerindra ini juga sebuah partai yang tidak di anjurkan oknum klrerus  maupun oknum pejabat gereja agar tidak di pilih umat.

“Inilah Fenomena menarik yang terjadi di kalangan caleg Kristiani, mereka yang di pilih, ternyata tidak terpilih, mereka yang tidak dipilih justru terpilih.” tukas Yohanes Amos Manurung.

Ia juga menambahkan bahwa apabila mengamati hasil pileg 2019 tersebut, maka gereja segera melakukan evaluasi dengan mengedepankan rumusan tentang kedaulatan umat dalam menggunakan hak dan kewajiban politik pada setiap momentum demokratis, sehingga tidak ada lagi arahan figure politik dari oknum klerus maupun oknum pejabat gereja, berikan kebebasan umat untuk menentukan pilihan politiknya, sedangkan klrerus, maupun hirarki gereja memberikan panduan tentang criteria seorang yang layak di pilih atau tidak layak di pilih.

“Nah, kalau realitasnya begini, gimana?mereka yang di gadang gadang malah nggak terpilih, jadikan hasil pileg 2019 sebagai suatu pengalaman dan pembelajaran bagi Gereja, agar di masa mendatang , nggak ada lagi, arahan, dukung mendukung figure.”pungkas Yohanes Amos Manurung.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top