Megapolitan

Indonesia Berintegritas Road Map SDM Berkualitas di Era Milineal

Nasionalpos.com,Jakarta — Membangun Sumber Daya Manusia bukanlah issue baru, sejak tahun 1980-an silam,issue tersebut sudah menjadi perbincangan di berbagai kalangan, bahkan menjadi ikon permasalahan yang senantiasa di cari solusi baik dalam bentuk program pembangunan maupun kebijakan Pemerintah, sebagai negara yang kaya sumber daya alamnya,tentu persoalan tersebut menjadi hal Strategis ,sehingga masalah Sumber Daya Manusia sudah semestinya menjadi skala prioritas untuk di tingkatkan kualitas kemampuan, kompetensi, kehidupan maupun penghidupan nya, demikian disampaikan R.Wahyu Handoko mantan Sekjen PP PMKRI di tahun 90-an saat ditemui awak media di acara diskusi Terbatas PP PMKRI bertajuk¬† Revisiting Visi SDM Indonesia, di kawasan Sam Ratulangi, Jakarta Pusat, Rabu (15/5/2019).

“Di perlukan suatu rumusan visi dan missi Sumber Daya Manusia yang komprehensif, fundamental dan terintegrasi sehingga dapat membentuk kualitas yang berdaya saing dan berdaya guna tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini bangsa Indonesia, memasuki era Milineal, tentunya rumusan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia ini bertumpu pada dunia Pendidikan formal maupun non formal yang menjadi salah satu pilar utama sehingga dalam implementasinya dapat bersinergi dengan pilar pengembangan sumber daya manusia lainnya,yakni pilar Keluarga,pilar Kelembagaan agama, pilar Lembaga Eksekutif,Lembaga Legislatif dan Lembaga Perusahaan Swasta.

“Nah, untuk langkah konkritnya, kami mengusulkan suatu Road Map peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia 2019-2024 Indonesia Berintegritas, di susun secara terstruktur, sistematis dan massif.” tukasnya

Wahyu juga menambahkan bahwa di Road Map Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia Berintegritas ada 7 S yakni strong Leadership( Pemerintah yang berkehendak dan tekad kuat untuk meningkatkan kualitas SDM),Strategi Management (perlunya perubahan mentalitas cari proyek tanpa ada kelanjutan di kalangan Birokrasi, di ubah dengan penerapan rumusan Planing=perencanaan, Do=kerjakan, Check=pengawasa and Action= tindakan), Sistem yang baik(terbentuknya suatu gerakan sebagai agen perubahan terstruktur sistematis dan massif),Skill (Keahlian yang berdaya saing dan berdaya guna),Speed (Kecepatan dalam mengambil keputusan),Sinergi (mensinergikan pilar Pendidikan formal dan non formal, Keluarga, Lembaga Eksekutif maupun Legislatif dan Perusahaan Swasta,untuk bersama sama dapat mengusahakan sistem Pelayanan Pendidikan terjangkau biayanya dan berkualitas), dan terakhir adalah Self motivation (Membangun karakter kepribadian bertumpu pada Pancasila ideologi negara).

“Selain itu perlu penyelarasan SQ,EQ dan IQ dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia khususnya di kalangan Generasi Muda di era Milineal ini,” tukas Wahyu.

Sementara itu, di acara diskusi Terbatas ini juga menghadirkan narasumber yakni Anton Doni mantan Ketua Presidium Pusat PMKRI thn 1994-1996, Restu Hapsari Sekjen Taruna Merah Putih, Setyo Budiantoro Komisioner Komisi Anggaran Independen dan Agung Pambudi Ketua KPPOD&Direktur Apindo Research Institute, serta di pandu Rinto Namang Ketua Presidium PP PMKRI periode sekarang, juga dihadiri 50 orang peserta. Dari paparan ke empat narasumber dan dari tanggapan peserta, nampaknya mengerucut pada suatu perspektif bahwa Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia beserta permasalahan nya, pada realitasnya tidak terlepas dari masalah sistem Pendidikan beserta mekanisme, kurikulum maupun sarana prasarana untuk layanan pengajarannya dan kualitas tenaga pengajarnya, sudah sepatutnya menjadi prioritas untuk senantiasa diawasi dan diperbaiki.

“Ya,kebutuhan mendesak untuk membentuk SDM Berkualitas, hendaknya dilakukan dengan merubah sistem Pendidikan konvensional ke sistem yang berorientasi pada pengentasan kebodohan,pengangguran dan kemiskinan,” pungkas Anton Doni kepada pers usai menjadi narasumber Diskusi tersebut.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top