Nasional

Lulusan Pendidikan Vokasi,Harus Jadi Tuan di Negeri Sendiri”

Nasionalpos.com,Jakarta —  Hari Kebangkitan Nasional ini, di peringati setiap tanggal 20 mei merupakan momentum kebangkitan bangsa Indonesia untuk menjadi negara merdeka,berdaulat dan tumbuh berkembang sebagai negara yang modern dan sekaligus sebagai bangsa yang berkualitas di dalam pergaulan Masyarakat Internasional , hal itu bisa diwujudkan melalui dunia Pendidikan yang bukan hanya mencetak Generasi yang unggul dalam keimanan, kecerdasan menguasai ilmu pengetahuan, melainkan juga memiliki kompetensi keahlian terapan dalam segala bidang, demikian disampaikan Dr. Ir. Illah Sailah, M.S  Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III DKI Jakarta,di acara Ceramah Pencerahan, bertajuk Tantangan Permasalahan Strategis Pengembangan Akademik Perguruan Tinggi Swasta (PTS)di ruang  Audiovisual Gedung Rektorat lantai 7 Kampus Institut Transportasi dan Logistik Trisakti di kawasan Kebon Nanas, Jakarta Timur,Senin (20/5/2019).

“Pendidikan Vokasi sebenarnya sudah ada sejak lama di selenggarakan Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia, namun sejak Pemerintahan Presiden Jokowi, Pendidikan Vokasi mendapatkan perhatian serius, untuk peningkatan kualitas, kapasitas,dan bahkan ditingkatkan standartisasinya melalui sistem terbuka dengan fleksibilitas pilihan dan waktu penyelesaian pendidikan (multy entry multy exit system (MEMES)” ucap Dr.Ir Ilah Sailah, MS.

Menurutnya, Pemerintah Jokowi sangat memahami kebutuhan mendesak terbentuknya kualitas Sumber Daya Manusia yang tidak boleh kalah bersaing dengan negara lain,  maka beliau menghendaki agar dalam waktu tak lama, Pendidikan Vokasi harus mencapai 50% diselenggarakan pada setiap Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia.

“Selama ini lulusan Pendidikan Vokasi di anggap sebagai pekerja saja, padahal itu pandangan yang keliru,Vokasi itu memadukan teori, praktek dan pengalaman, sehingga lulusannya lebih bisa mandiri, oleh karena  itu di era Mileneal ini, lulusan Pendidikan Vokasi harus menjadi tuan di negeri sendiri, berani bersaing dengan asing, namun itu tidak mudah” ungkapnya dihadapan pimpinan Institut Transportasi dan Logistik Trisakti dan dosen yang memenuhi ruangan, hadir juga di acara tersebut,Ketua Pengurus Yayasan Trisakti Mayor Jenderal (Purn) Dr. Bimo Prakoso, M.P.A., M.Sc, sedang kan Dr.Ir Tjuk Sukardiman Rektor Institut Transportasi dan Logistik Trisakti hadir sebagai Moderator kegiatan ini.

Lebih lanjut Dr Illah menambahkan bahwa tantangan peningkatan kualitas lulusan Vokasi sangat Kompleks, diantaranya masalah dosen bergelar S-2 berlatarbelakang ilmu terapan yang sulit di temukan, infrastruktur, sarana prasarana, dan tentunya masalah akreditasi yang menentukan apakah Pendidikan Vokasi dapat di laksanakan atau tidak dapat di selenggarakan pada suatu Perguruan Tinggi, Sebagai amanah Undang-Undang Nomor 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi, dianjurkan agar setiap Perguruan Tinggi dapat menyelenggarakan Pendidikan Vokasi, oleh karena itu, untuk mewujudkannya, Perlu ada nya sinergisitas antara Pemerintah, Badan Akreditasi Nasional (BAN) dengan Perguruan Tinggi Swasta maupun Negeri.

Sementara itu, di tempat yang sama, Rektor Institut Transportasi dan Logistik Trisakti Dr.Ir Tjuk Sukardiman mengatakan bahwa menanggapi masalah Pendidikan Vokasi, pihak nya tidak mengalami kendala serius dalam menyelenggarakan Pendidikan Vokasi, pasal nya civitas akademika telah lama mempersiapkan diri untuk memenuhi persyaratan penyelenggaraan Pendidikan Vokasi, dan juga untuk kebutuhan  tenaga terampil yang bisa bekerja di dunia industri.

“Pendidikan Vokasi  Dengan program  multy entry multy exit system (MEMES) maka lulusan ITL Trisakti sangat mampu menjawab kebutuhan dunia industri, dunia kerja serta dunia Transportasi serta Logistik yang unggul, kompetitif maupun mandiri,” pungkas Dr.Ir Tjuk Sukardiman. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top