Nasional

Demo Rusuh 225 Telan Korban 2 Remaja Meninggal

Nasionalpos.com,Jakarta – Siang ini, Rabu (22/05), sekitar pukul 11.00 WIB , massa pro-Prabowo mulai mendatangi kawasan di sekitar Kantor Bawaslu, Jakarta, sementara bentrokan antara kerumunan orang-orang dengan aparat kepolisian di kawasan Tanah Abang mulai reda.

Sampai sekitar pukul 11.00 WIB, Rabu (22/05), aparat kepolisian dibantu pasukan TNI masih melakukan penjagaan di sekitar Jalan KS Tubun, Tanah Abang, yang menjadi lokasi bentrokan sebelumnya, demikian laporan sejumlah media.

Petamburan adalah markas FPI dan yang lain. Liputan beberapa media televisi juga memperlihatkan kehadiran pasukan TNI di sekitar Asrama Brimob di Jalan KS Tubun, yang sebelumnya terjadi aksi pembakaran beberapa kendaraan di dalamnya.

Menurut RRI, belasan kendaraan dinas maupun kendaraan pribadi yang diparkir dibakar.

Dalam lporan lainnya RRI menyebutkan tercatat dua korban meninggal yang kini berada di RSUD Tarakan, Cideng, Jakarta Barat dan sekitar 110 orang  lainnya luka-luka.

Dalam siaran berita pukul 12.00, RRI melaporkan, dua orang meninggal masih tergolong remaja dan sudah diambil oleh keluarganya.

Sementara pihak Polda belum bisa memberikan penjelasan mengenai hal ini.

Data sampai saat ini bahwa di Jl Tubun, Petamburan; terdapat kompleks asrama Polri, yang kebetulan di seberangnya terdapat narkas FPI dan ormas lainnya.

Sampai sekitar pukul 09.00 WIB pagi, Rabu, dilaporkan aksi lempar batu, botol, serta benda keras lainnya ke arah aparat kepolisian di Jalan KS Tubun, di dekat asrama Brimob.

Sementara itu, sekelompok orang berusaha mendekati kantor Bawaslu di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, dan aparat kepolisian sudah memblokir jalan menuju kantor tersebut. Di sekitar Kantor KPU di Jalan Imam Bonjol, dilaporkan pula kehadiran orang-orang yang dilaporkan berusaha mendekati kantor tersebut.

Sebelumnya, pada Rabu dini hari, sejumlah kendaraan di Kompleks Asrama Brimob di Jalan KS Tubun, Jakarta Barat, terbakar, setelah massa berangsur-angsur meninggalkan lokasi unjuk rasa di sekitar kantor Bawaslu. Polri menyebut massa dari luar Jakarta berupaya melakukan provokasi.

Hingga pukul 06.00 WIB, sebagaimana ditayangkan sejumlah stasiun televisi, sejumlah orang melemparkan batu ke arah polisi yang kemudian dibalas dengan tembakan gas air mata di sekitar Jalan KS Tubun, Jakarta.

Karopenmas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, mengatakan kepada Kompas TV bahwa ada “massa dari luar Jakarta masuk sekitar jam 11 sehingga memprovokasi kejadian tersebut”.

Menurutnya, orang-orang tersebut “memang pihak ketiga yang menunggangi aksi yang seharusnya damai, diprovokasi dari luar Jakarta yang mengakibatkan massa terpancing.” Dedi tidak menyebut dari mana “pihak ketiga” itu berasal dan apakah mereka dikendalikan pihak tertentu. Hanya saja, dia mengimbau agar warga Jakarta tidak terprovokasi lantaran “bisa jadi disusupi para pelaku teror, ini berbahaya”.

Dari Selasa (21/5) malam hingga Rabu (22/5) dini hari WIB, terjadi kericuhan di sekitar kantor Bawaslu, Jakarta, setelah sebagian pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berangsur-angsur meninggalkan lokasi unjuk rasa di sekitar gedung Bawaslu setelah melakukan salat tarawih, dan berjanji untuk melanjutkan unjuk rasa pada Rabu (22/05).

Sebagian lainnya menolak bubar dan berlari ke arah kawasan Tanah Abang. Polisi lantas menggunakan gas air mata untuk mengejar dan membubarkan mereka sampai menjelang pukul 02:00 pada Rabu.

“Kita menunggu instruksi dari pimpinan kita bahwa besok, sesuai agenda, kita akan kumpul (unjuk rasa) kembali,” kata Wanda, pria yang menyebut dirinya sebagai koordinator aksi, seperti dilaporkan wartawan BBC Indonesia, dari lokasi unjuk rasa. “Jadi, sekarang, saya mohon dengan hormat, kita pulang ya,” ujarnya yang dijawab sebagian peserta unjuk rasa dengan ucapan “siap”. Sebagian peserta kemudian memilih untuk menginap di masjid Cut Mutiah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan unjuk rasa di depan Gedung Bawaslu sudah berakhir setelah pihaknya melakukan “komunikasi” dengan pengunjuk rasa. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top