Megapolitan

Dialog Sosial Buruh & Pengusaha Sebagai Ajang Problem Solving Hubungan Industrial

Nasionalpos.com,Jakarta — Berbicara hubungan Industrial, tentunya juga tidak terlepas dari masalah hubungan antara buruh dengan pengusaha, yang seringkali dihadapkan pada masalah kesejahteraan dan produktifitas, buruh menuntut upah, cuti hamil dan tersedia nya berbagai sarana untuk memenuhi kesejahteraan hidupnya, Sedangkan pengusaha menuntut produktifitas, loyalitas dan kinerja yang baik. Apabila kedua pendapat itu di pertentangkan maka terjadi lah konflik tak berujung, demikian disampaikan R. Wahyu Handoko, S.Sos MM sebagai salah satu konsultan Hubungan Industrial dan Ketenagakerjaan,pada kegiatan Training of Trainer tentang Dialog Sosial dengan berbagai isu hubungan industrial dan Ketenagakerjaan, di hotel Luwanza Jakarta  oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) bekerjasama dengan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Senin (1/7/2019).

“Jika konflik buruh dengan pengusaha terus berlangsung maka akan sangat merugikan dunia usaha,oleh karena itu diperlukan ruang dialog sosial antara buruh dengan pengusaha Sebagai ajang problem solving,” ucap R. Wahyu Handoko, S.Sos MM

Menurutnya, Kegiatan Dialog Sosial ini, tentunya akan menjadi wahana untuk saling menyampaikan berbagai masalah dengan suasana kekeluargaan, obyektif, transparan dan mencari win win solution dengan menghilangkan ego sektoral. Dalam perkembangannya, acara ini telah diselenggarakan di Jakarta, Surabaya (JATIM), Medan (SUMUT), Makassar (SULSEL), Samarinda (KALTIM), Palembang (SUMSEL).

” Kami merasa senang bertemu dengan teman-teman aktifis Serikat Buruh dari berbagai Provinsi, alhamdulilah dari kegiatan Dialog Sosial tersebut, terciptalah harmonisasi relasi buruh dan pengusaha,”tukas

Wahyu sapaan akrab aktifis masalah sosial ekonomi ini juga sebagai Kepala Departemen Organisasi dan Pemberdayaan Daerah sekretariat DPN APINDO,sebagai supporting Kepengurusan DPN APINDO beliau selalu semangat mengkampanyekan pentingnya  dialog sosial bagi para pemangku kepentingan dalam Hubungan Industrial dan Ketenagakerjaan di Indonesia.

Ia juga menambahkan bahwa pertemuan untuk sharing dan belajar bersama kasus-kasus ketenagakerjaan seperti masalah pengupah an, alih daya (outsourcing), jaminan sosial, produktifitas, syarat ketentuan kerja, Perjanjian Kerja Bersama dan lain lain. Selain itu juga mengupas

Banyak teori dan berbagi pengalaman sesama aktifis pengusaha dan Serikat Buruh akan memperkaya wawasan dan pengalaman kita. Salah satu misalnya Enam tahapan dalam siklus negosiasi antara lain :

  1. Pentingnya persiapan
  2. Pernyataan pembuka
  3. Eksplorasi kemungkinan yg terjadi
  4. Fokus
  5. Perjanjian
  6. Berani Mengevaluasi

“Kami juga banyak belajar dari konsultan ahli dari Asosiasi Pengusaha (DECP) Belanda  dan Organisasi Buruh (CNV) Belanda yang selama ini menjadi mitra pembelajaran bersama” pungkas Wahyu.

Adapun kegiatan TOT tentang Dialog Sosial buruh dan pengusaha ini diselenggarakan selama tiga hari ini ,Tgl 1-3 Juli 2019 di hotel luwanza ini di ikuti 12 Serikat buruh dan beberapa perwakilan Perusahaan,  juga dihadiri perwakilan Serikat buruh maupun organisasi pengusaha dari Negara Belanda.

Sementara itu, hal senada di sampaikan Eduard Marpaung mantan Sekjend KSBSI, ia menuturkan bahwa Ini tahun ke 3 KSBSI bekerjasama dengan APINDO untuk membangun Dialog sosial sejak ditandatangani MOU tahun 2017. Telah dilakukan kerja sama pendidikan Training of Trainers  di berbagai daerah yang dilanjutkan dengan sosialisasi sosial dialog untuk tingkat perusahaan. Kerja sama ini adalah kerja sama Bipartit tingkat nasional pertama antara SP/SB yang berjalan baik.

” Di bawah kepemimpinan baru KSBSI saya berharap kerja sama ini dapat terus dilanjutkan. Dialog adalah cara terbaik penyelesaian masalah. Namun tidak semua masalah dapat diselesaikan dengan baik, karena untuk melakukan dialog dengan baik, kita memerlukan skill dan attitude yang baik. ” ucap Eduard Marpaung.

Menurutnya, TOT kali ini adalah kelanjutan dari TOT sebelumnya yang dilakukan di berbagai daerah. Semakin banyak pelatihan dan orang-orang yang memiliki keterampilan dialog sosial, maka semakin baik dan maju ekonomi dan kesejahteraan di negeri ini.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top