Headline

Buntut Aksi Mogok ABK,Ketua FSP BUMN Desak Direksi PT JAI Tbk Di Pecat

NasionalPos.com,Jakarta — Seperti diberitakan pekan lalu, kegiatan pelayanan pemanduan di Pelabuhan Tanjung Priok mengalami gangguan operasional. Adapun penyebabnya ialah pelayanan kepelabuhan di Terminal Tanjung Priok yang dikelola oleh PT JAI Tbk tersebut terhenti karena aksi stop operasi oleh seluruh kru kapal mulai dari ABK hingga nakhoda kapal pandu di terminal tersebut pada Rabu (10/7) pekan lalu.

Aksi mogok ABK dan Kapten Kapal pemandu berpotensi menambah panjangnya dwelling time yang bisa berakibat tingginya biasa logistik di Indonesia. Pasalnya, kapal-kapal tersebut punya tugas memandu kapal-kapal keluar masuk Pelabuhan Tanjung Priok dan pelabuhan-pelabuhan lainnya.

“Padahal ekonomi kita saat ini lagi slow down, dan dwelling time menjadi perhatian Pak Joko Widodo untuk efisiensi biaya logistik yang selama ini dikeluhkan pengusaha,” kata Ketum FSP BUMN Bersatu, Arief Poyuono di Pelabuhan Tanjungpriok,Jakarta Utara, Senin (15/7/2019).

Menurut Arief, jika aksi pemogokan  pekerja pemandu kapal terus berlangsung, maka arus barang ekspor-impor akan terganggu dan merugikan para pelaku usaha EMKL dan pabrik-pabrik yang produknya berorientasi ekspor.

“Saat ini saja diperkirakan sudah menyebabkan kerugian hingga Rp 3,6 triliun rupiah akibat pemogokan pekerja pemandu kapal,” ungkapnya.

Ia juga menyarankan agar permasalahan ini  segera dituntaskan  oleh Kementerian BUMN sebagai pemegang saham PT Jasa Armada Indonesia,patut diduga ada ketidak beresan di PT JAI terkait pemindahan pekerja pemandu kapal ke pihak swasta dan vendor.

“Ini pasti bisnis hanky panky oknum petinggi Pelindo dan PT JAI yang mencari untung dari pekerja kapal pemandu yang dialihkan dan akan menjadi pekerja outsourching di PT JAI,” tukasnya.

Karena itu, dia mendesak Menteri BUMN meminta pertanggung jawaban PT Pelindo selaku pemegang saham mayoritas di PT JAI.

“Dan bila perlu memecat semua Direksi PT JAI saja,” tegasnya.

Sementara itu, saat ditemui di tempat yang sama, Rudi(35) salah seorang ABK pemandu Kapal, mengatakan bahwa ada indikasi konflik kepentingan di kalangan internal PT JAI tbk yang berdampak mengorbankan Kepentingan ABK pemandu Kapal sehingga Perusahaan tidak berjalan semestinya.

“Mereka berkonflik ,kami jadi korban nya, Keluarga kami tak terurus kesejahteraannya, gara gara Perusahaan amburadul,semua terbengkelai, kami berharap Pemerintah segera turun tangan mencari solusi bagi persoalan ini,”tandas Rudi.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top