Headline

FAI Nilai Parpol Islam Tak Serius Perjuangkan Umat

Sebagian anggota FAI berpose bersama usai menggelar seminar di Sentul, Jawa Barat beberapa waktu lalu

Nasionalpos.com, Jakarta – Forum Aktivis Islam (FAI) menilai partai politik berbasis Islam belum maksimal atau kurang serius perjuangkan Umat Islam. Salah satu indikatornya dapat dilihat dari banyaknya Umat Islam yang masih miskin di Indonesia.

FAI merupakan wadah perjuangan para aktivis Islam yang terdiri dari sejumlah anggota Ormas Islam, diantaranya Muhammadiyah, NU, DDII dan lainnya. Selain itu juga terdapat aktivis 212, SA ITB, aktivis wanita, akademisi dan kalangan profesional (advocat, pengusaha dan wartawan)

DR. Harjono

Hal itu dilontarkan Ketua FAI, DR. Harjono menyikapi sepak terjang parpol Islam di Indonesia. “Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa jumlah penduduk miskin Indonesia pada Maret 2019 sebesar 25,14 juta penduduk atau sekitar 9,41 persen. Itu baru jumlah penduduk digaris kemiskinan, bagaimana yang dibawah garis kemiskinan? Dan tentu penduduk miskin itu mayoritas adalah Umat Islam. Jadi, kami menilai parpol Islam yang ada saat ini belum maksimal perjuangkan nasib Umat Islam,” tandas Harjono di Jakarta, Senin (12/8/2019).

Harjono mengaku heran dengan nasib Umat Islam yang masih terpuruk dari sisi ekonomi. Padahal, di dalam partai-partai Islam yang sudah ada, seperti PKS, PAN, PBB, PPP dan PKB banyak kader-kadernya yang tergolong pakar ekonomi.

Dia khawatir, jika parta-partai Islam tersebut tak mampu menjawab persoalan utama Umat Islam itu, maka akan ditinggalkan pemilihnya. “Saya khawatir parpol Islam akan ditinggalkan pemilihnya. Pada Pileg 2019 ini, jumlah pemilih parpol Islam tinggal sekitar 25 hingga 30 persen. Jumlah itu menurun dibandingkan Pemilu 1955 yang jumlah pemilihnya mencapai 40 persen. Kalau jumlah kursi parpol Islam di parlemen minim, maka makin sulit perjuangkan Umat. Apalagi, kalau ada parpol islam yang selama ini sudah dinilai tak berpihak pada Umat, tentu makin sulit berharap pada parpol islam yang sudah ada,” paparnya.

Sekjen FAI, Ibnu Utama menilai kurang maksimalnya parpol Islam memperjuangkan sektor ekonomi Umat lantaran terlalu sibuk dengan persoalan internal partai menyangkut jabatan politik.

Ibnu Utama

“Selama ini, kami melihat parpol Islam sibuk memperjuangkan posisi atau jabatan politik, misalnya jabatan kepala daerah. Sekarang malah sibuk nyari posisi menteri. Sementara, komitmen parpol Islam memperjuangkan Umat ditinggalkan khususnya ekonomi Umat yang makin terpuruk,” timpal Ibnu.

Karena itu, FAI meminta agar parpol Islam harus memiliki komitmen kuat terhadap nasib Umat Islam. “Parpol Islam jangan hanya temui Umat saat jelang pemilu dengan janji-janji manis. Tapi, setelah itu Umat ditinggalkan,” pungkas Harjono. ( )

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top