Headline

JPM Desak 10 Capim KPK Buktikan Kekayaannya Halal

Nasionalpos.com, Jakarta – Ketua Jakarta Procurement Monitoring (JPM) Ivan Parapat mendesak 10 calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK agar membuktikan seluruh kekayaannya diperoleh dengan cara halal.

“Kami desak agar capim KPK untuk buktikan seluruh kekayaanya diperoleh dengan cara halal. Hal itu untuk menjadikan lembaga antirasuah itu lebih kredible dan berwibawa. Sehingga, masyarakat lebih percaya KPK,” tandas Ivan di Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Menurut Ivan, pembuktian kekayaan diperoleh secara halal jauh lebih efektif untuk mewujudkan KPK sebagai lembaga lembaga yang kredible, dibandingkan wacana yang dilontarkan DPR agar capim KPK mendantangani surat bermaterai.

“Surat bermaterai ditandatangani oleh Capim KPK itu memang baik, tapi akapah bisa menjamin capim KPK itu bersih? Rakyat sudah lelah dengan segala bentuk komitmen tertulis dan lisan. Semua pejabat negara itu sudah disumpah di bawah kitab suci, nyatanya banyak yang korup. Tapi, kalu capim KPK tiu bisa buktikan kekayaannya halal, maka itu lebih. Efektif. Jika, kelak ada bukti bahwa kekayannya tidak halal, maka yang bersangkutan bisa dituntut secara hukum dan tentu langsung dipecat sebagai pimpinan KPK,” jelas Ivan.

Diketahui, saat ini ada 10 capim KPK yang telah lolos tahapan seleksi, yakni Alexander Marwata, Firli Bahuri, I Nyoman Wara, Johanid Tanak, Lili Printauli Siregar, Luthfi H Jayadi, Nawawi Pomolongo, Nurul Ghufron, Robi Arya Brata, dan Sigit Danang Joyo.

Ketua Panitia Seleksi Capim KPK, Yenti Garnasih memastikan kesepuluh nama capim yang terseleksi memahami persis tantangan dan permasalahan yang harus diselesaikan lembaga itu.

“Pansel sejak awal berbasis pada apakah calon memahami betul 16 tahun keadaan KPK, kemudian bagaimana permasalahannya,” ujarnya saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Pansel Capim KPK dengan Komisi III DPR RI. Senin (9/9/2019).

Yenti mengatakan, kesepuluh capim KPK sudah tersaring secara ketat, termasuk visi, misi, dan program kerjanya.

“Hasil wawancara seleksi capim KPK memiliki transkrip yang bisa dilihat untuk mengukur kemampuan dan kapabilitas yang bersangkutan,” katanya.

Karena itu, kata Yenti, selurh capim KPK tersebut sudah jelas bagaimana kompetensi, integritas, independensi, motivasi, dan pengalaman, termasuk kemampuan kerja sama dan kepribadiannya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top