Headline

Ogah Pimpin Partai ‘Zombie’, Caketum PBB Mundur

Zulkifli Ali

Nasionalpos.com, Jakarta – Calon Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Zulkifli Ali yang akrab disapa Zul  menyatakan mundur dari bursa pencalonan. Alasannya, di partai besutan Yusril Ihza Mahendra (YIM) itu sudah tak memiliki ruh pasca ditinggalkan Wali Amanah.

Keputusan mundur Zul tersebut diambil di tengah pelaksanaan Muktamar PBB ke V di Belitung tanpa kehadiran Presiden Jokowi yang sebelumnya digembar gemborkan akan membuka secara resmi. Muktamar yang “dihantui’ perpecahan itu dilaksanakan 25 hingga 27 September 2019 bahkan tanpa kehadiran Ketua Majelis Syuro PBB DR. MS. Kaban dan Sekjen Majelis Syuro PBB Sahar L. Hasan.

Zul mengaku awalnya begitu bersemangat untuk maju bertarung bersaing dengan Khairul Anas dan YIM. Namun, setelah Wali Amanah menyatakan sikap meninggalkan PBB yang dilahirkannya, perlahan Zul pun mengambil sikap yang sama.

Zul meyakini tanpa Wali Amanah, maka PBB tak punya lagi basis massa. Mengingat, Wali Amanah merupakan wadah sejumlah Ormas Islam yang selama ini menjadi konstituen PBB.

Sehingga, akan semakin sulit bagi PBB untuk menang di Pemilu 2024. Di Pemilu 2018 ini saja, PBB hanya dapat 0,7 persen sehingga tak lolos ke Senayan.

Lantaran itu, Zul menyatakan mundur dari bursa pencalonan, meskipun sudah mendapatkan dukungan dari sejumlah DPC dan DPW.

“Wali Amanah jelas sikapnya meninggalkan PBB, karena menganggap PBB sudah tidak perjuangkan politik Masyumi. Padahal, Wali Amanah itu ibarat ruh PBB, karena Wali Amanah itu adalah Ormas – Ormas Islam pendiri PBB. Manusia tanpa ruh itu sudah jasad. Masak saya pimpin parpol ‘zombie’ (mayat hidup). Apalagi, mau ‘dipaksakan’ aklamasi. Kawan-kawan dari DPC dan DPW seperti Riau, Jawa Tengah dan Yogyakarta dukung dan saya harus minta maaf harus mundur,” tegas Zul di Jakarta, Rabu (25/9/2019)

Diketahui, Zul pernah menjabat sebagai Sekretaris Jendral (Sekjen) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa islam (PB HM) era Anas Urbaningrum menjabat Ketum PB HMI. Lantaran itu, Zul dikenal luas dikalangan aktivis khususnya aktivis Islam.

Sebelumnya, Wali Amanah PBB yang merupakan wadah sejumlah Ormas Islam pendiri PBB menyatakan melepaskan diri dari PBB. Wali Amanah menilai partai yang kini dipimpin Yusril Ihza Mahendra itu bukan lagi sebagai partai penerus tradisi dan perjuangan politik Masyumi.

Musyawarah tersebut dihadiri oleh Ormas Islam pendiri PBB, diantaranya Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Persatuan Islam (PERSIS), Hidayatullah dan lainnya.

Keputusan Wali Amanah itu diambil dalam sebuah musyawarah dipimpin oleh KH. Ahmad Cholil Ridwan di lantai dua Gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Jakarta, Selasa (17/9/2019).

“Iya, barusan musyawarah Wali Amanah PBB selesai dipimpin Kyai Cholil Ridwan. Hasilnya seperti yang tertulis di dokumen ini,” kata DR. Masri Sitanggang, Wakil Koordinator Wali Amanah PBB sembari menunjukkan surat berisi keputusan Musyawarah Wali Amanah PBB kepada wartawan. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top