Headline

KAHMI Jaya Polisikan Ketua Jokowi Mania

Immanuel Ebenezer

Nasionalpos.com, Jakarta – Ketua Relawan Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer dialporkan ke Polda Metro Jaya olehMajelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jakarta Raya (Jaya).

Immanuel dilaporkan ke polisi pada Sabtu (28/9/2019) sore. Pasalnya, Immanuel dianggap melakukan ujaran kebencian melalui acara bincang-bincang di salah satu stasiun televisi dengan menuduh ambulans Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, di bawah Gubernur Anies Baswedan, menyembunyikan batu dan peralatan untuk peserta aksi tolak UU dan RUU bermasalah di kawasan Gedung DPR, Jakarta Pusat, 24-25 September 2019.

Perwakilan KAHMI Jaya, Raja Solissa menyatakan pihaknya merasa keberatan dengan pernyataan Immanuel, karena Anies adalah Dewan Pakar di Majelis Nasional KAHMI Jaya.

Selain membawa kasus tersebut ke ranah hukum, KAHMI Jata juga menuntut Immanuel untuk menyampaikan permohonan maaf.

“KAHMI Jaya menyayangkan pernyataan Immanuel, sebab Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono sudah mengklarifikasi isi ambulans dalam aksi itu. Pak Argo sudah mengklarifikasi bahwa ambulans itu bukan diisi batu dan sebagainya, tapi para demonstran berlindung di situ. Setelah itu Immanuel menyampaikan semacam ujaran kebencian bahwa ambulans berlabel Pemprov DKI itu, Anies Baswedan itu terlibat. Kami sesalkan itu,” kata perwakilan KAHMI Jaya, Raja Solissa, di Polda Metro Jaya, Sabtu (28/9/2019).

Raja mengungkapkan bahwa laporannya sudah diterima polisi, Namun harus melengkapi berkas dari polisi.

“Laporan itu sudah diterima cuma karena kami mengalami kendala, salah satu dokumen kami belum disiapkan. Insya Allah Senin kami siapkan, kami laporkan kembali,” ungkap Raja.

Immanuel dijerat dengan Pasal 310 dan 311 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencemaran nama baik atau ujaran kebencian. Adapun barang bukti yang dibawa KAHMI Jaya di antaranya artikel di media dan video pernyataan Immanuel di acara televisi itu dalam sebuah flashdisk.

Meski begitu, Raja enggan membeberkan lebih lanjut soal dokumen yang harus dilengkapi itu. Akibatnya, pihaknya belum bisa mendapatkan nomor registrasi laporan dari Polda Metro Jaya. (wan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top