Headline

Hakim Minta JPU KPK Hadirkan Mendag Enggartiasto Lukito

Nasionalpos.com, Jakarta – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) meminya Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK untuk menghadirkan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukito sebagai saksi dalam persidangan terdakwa kasus suap Bowo Sidik Pangarso.

Bowo yang merupakan mantan anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Golkar ini  adalah terdakwa kasus penerimaan suap senilai 163.733 dolar AS dan Rp611.022.932 serta gratifikasi sejumlah 700 ribu dolar Singapura dan Rp600 juta dari l PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) terkait dengan jabatanannya sebagai anggota Komisi VI dan anggota badan anggaran (banggar) DPR.

Selain didakwa menerima suap dari dua pengusaha tersebut, Bowo juga didakwa menerima gratifikasi sebesar Rp600 juta dan 700 ribu dolar Singapura (senilai totak sekitar Rp7,79 miliar) dari Direktur Utama PT Ardila Insan Sejahtera Lamidi Jimat dan uang Rp600 juta dari pihak lain.

 “Yang mulia, saya minta dalam forum persidangan ini untuk bisa menghadirkan saudara Enggar karena di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) saya, saya sebutkan Enggar dan juga Jessica Pak, supaya saya bisa membuktikan kebenaran apa yang ada di BAP saya,” ujar Bowo di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (2/10/2019).

Lantas Ketua Majelis Hakim Yanto bertanya kepada Bowo siapa Enggar dan Jessica dimaksud? “Jadi ada permintaan dari terdakwa menggali kebenaran materiil agar menghadirkan Enggar dan Jesica. Enggar siapa?” tanya hakim.

“Enggartiasto, menteri perdagangan Pak,” jelas Bowo.

“Ooh menteri perdagangan. Jadi sambil jalan saksi meringankan, ada permintaan dari terdakwa untuk menghadirkan dua saksi ini. Jessica ini di-BAP?” tanya hakim Yanto lagi.

Namun, JPU KPK menjelaskan bahwa pihaknya sudah cukup menghadirkan saksi untuk membuktikan dakwaan sehingga giliran pihak penasihat hukum yang menghadirkan saksi meringankan untuk Bowo pada pekan depan.

“Terhadap permintaan terdakwa untuk hadirkan dua orang saksi. Kami memberikan info lebih dahulu, dua orang ini tidak menjadi saksi di tahap penyidikan, yang satu, penyidik sudah memanggil 3 kali, tapi karena ada tugas keluar negeri dan ada keterangannya jadi tidak bisa memenuhi panggilan sedangkan Jessica alias Jessica Jora kami sudah panggil tapi tidak bisa kami ketahui keberadaannya,” kata JPU KPK Ikhsan Fernandi.

“Jessica sampai sekarang tidak tahu di mana. Kalau Enggar ke mana?” tanya hakim Yanto.

“Enggar saat itu tak bisa hadir. Kalau memang ada permintaan dari terdakwa melalui majelis hakim, kami siap, kalau ada penetapan majelis hakim, kami siap hadirkan yang mulia,” kata jaksa Ikhsan.

Mendengar penjelasan JPU KPK, hakim pun menegaskan agar JPU KPK menghadirkan Enggartiatos Lukito di persidangan.

“Ini kan terdakwa minta dihadirkan begitu, jadi intinya, menurut saudara karena yang memberikan uang kepada terdakwa adalah yang disebutkan tadi jadi minta dihadirkan ya?” tanya hakim Yanto.

“Iya,” jawab Bowo.

“Kalau Jessica siapa?” tanya hakim Yanto.

“Jessica ini masih ada hubungan saudara dengan M Nasir yang kami panggil tapi belum hadir juga, jadi dia kerabat M Nasir yang kami panggil hari ini tapi tidak bisa hadir karena sakit,” ungkap jaksa Ikhsan.

Hakim Yanto kemudian kembali menegaskan agar JPU KPK kedua saksi yang diminta oleh terdakwa Bowo dihadirkan di persidangan.

“Permintaan saudara saya sudah sampaikan ke penuntut umum cuma agar perkara lancar, Rabu depan tetap saksi-saksi dari saudara sambil menunggu dari penuntut umum,” kata hakim Yanto.

“Terima kasih karena ini berkaitan dengan BAP saya,” jawab Bowo.

“Makanya permintan saudara langsung saya sampaikan ke penuntut umum, biar penuntut umum yang menindaklanjuti,” tegas hakim Yanto.

Untuk diketahui, dalam tahap penyidikan, mantan pengacara Bowo, Saut Edward Rajagukguk mengaku bahwa Bowo pernah mendapat gratifikasi dari sosok “menteri” dan “direktur pada BUMN”.

Belakangan diketahui bila menteri itu diduga Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita dan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir.

Untuk itu, KPK pun sudah menggeledah ruang kerja dan kediaman Enggartiasto namun Enggar selalu tidak menghadiri panggilan pemeriksaan KPK.

Namun, Bowo tiba-tiba mencabut kuasanya pada Saut Edward sebagai pengacara dan menggantinya dengan pengacara lain.

Soal dugaan keterlibatan Enggartiasto Lukito dalam perkara ini juga terungkap dalam sidang pada Rabu (25/9/2019), mantan Wakil Ketua Komisi VI DPR dari fraksi Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menyebut ada pertemuan antara para pimpinan Komisi VI DPR yaitu Mohamad Hekal dari fraksi partai Gerindra dan Teguh Juwarno dari fraksi PAN dengan Bowo dan Enggartiasto di salah satu hotel. (wan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top