Headline

KPK Janji Hadirkan Mendag Enggartiasto di Persidangan Bowo Sidik

Nasionalpos.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berjanji akan menghadirkan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam sidang kasus suap Bowo Sidik Pangarso.

“Terkait dengan permintaan terdakwa Bowo Sidik untuk menghadirkan Menteri Perdagangan, JPU telah menyampaikan di persidangan, dan nanti akan memanggil yang bersangkutan,” jelas Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (3/10/2019).

Febri mengaku pihaknya menyayangkan sikap Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito karena tidak memberikan contoh yang baik sebagai penyelenggara negara. Pasalnya, selama ini politikus NasDem itu selalu mangkir dari panggilan penyidik untuk diperiksa.

“KPK sangat menyayangkan karena kami pandang ketidakhadiran seorang penyelenggara negara apalagi setingkat menteri itu bukanlah contoh yang baik,” kata Febri.

Akibat sikap Enggar itu, lanjut Febri, dicontoh jajarannya di Kementerian Perdagangan. Terbukti, panggilan penyidik KPK ‘diabaikan’ Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Eko Nurwan dan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti.

“Di Kementerian Perdagangan, peristiwa ini bukan hanya terjadi di unsur menteri saja, tetapi beberapa pejabat di Kementerian Perdagangan kami lihat juga tidak cukup kooperatif dalam memenuhi panggilan penyidik. Bahkan, kemarin KPK telah mengingatkan pada salah satu pejabat di Kementerian Perdagangan yang tidak tidak hadir beberapa kali,” beber Febri.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK untuk menghadirkan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukito sebagai saksi dalam persidangan terdakwa kasus suap Bowo Sidik Pangarso.

Bowo yang merupakan mantan anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Golkar ini  adalah terdakwa kasus penerimaan suap senilai 163.733 dolar AS dan Rp611.022.932 serta gratifikasi sejumlah 700 ribu dolar Singapura dan Rp600 juta dari l PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) terkait dengan jabatanannya sebagai anggota Komisi VI dan anggota badan anggaran (banggar) DPR.

Selain didakwa menerima suap dari dua pengusaha tersebut, Bowo juga didakwa menerima gratifikasi sebesar Rp600 juta dan 700 ribu dolar Singapura (senilai totak sekitar Rp7,79 miliar) dari Direktur Utama PT Ardila Insan Sejahtera Lamidi Jimat dan uang Rp600 juta dari pihak lain.

 “Yang mulia, saya minta dalam forum persidangan ini untuk bisa menghadirkan saudara Enggar karena di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) saya, saya sebutkan Enggar dan juga Jessica Pak, supaya saya bisa membuktikan kebenaran apa yang ada di BAP saya,” ujar Bowo di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (2/10/2019).

Lantas Ketua Majelis Hakim Yanto bertanya kepada Bowo siapa Enggar dan Jessica dimaksud? “Jadi ada permintaan dari terdakwa menggali kebenaran materiil agar menghadirkan Enggar dan Jesica. Enggar siapa?” tanya hakim.

“Enggartiasto, menteri perdagangan Pak,” jelas Bowo.

“Ooh menteri perdagangan. Jadi sambil jalan saksi meringankan, ada permintaan dari terdakwa untuk menghadirkan dua saksi ini. Jessica ini di-BAP?” tanya hakim Yanto lagi. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top