Headline

P2RS Bantah Keterlibatan Pengembang Dalam Kisruh Pengelolaan Apartemen MPR

Nasionalpos.com, Jakarta – Ketua Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (P2RS) Apartemen Mediterania Palace Residences, Kemayoran, Jakarta Pusat, Ikhsan membantah kabar tentang adanya pengurus P2RS yang bukan penghuni apartemen.

Bantahan itu disampaikan Ikhsan melalui whatssapp menjawab pertanyaan Nasionalpos.com tentang kisruh pengelolaan Apartemen Mediterania Palace Residences, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dalam jawaban tertulisnya pada Senin (22/10/2019), Ikhsan menyatakan bahwa kabar adanya ‘orang luar’ yang disusupkan pihak pengembang apartemen ke dalam pengurus P2RS itu tidak benar,

Menurutnya, keberadaan semua pengurus P2RS sesuai ketentuan yang berlaku.

“Tdk benar, semua pengurus pprs yg ada sekrg dasar berpijaknya adalah AD/ART, SK Gubernur th 2007 serta akta notaris no. 11 th 2019 yg sampai saat ini msh berlaku dan blm pernah dicabut/dibatalkan,” demikian jawaban Ikhsan.

Ikhsan menandaskan bahwa pihak pengembang tidak punya kepentingan lagi terhadap pengelolaan apartemen. Sebab, semua unit apartemen sudah terjual habis.

Selain itu, Ikhsan juga membantah jika P2RS tidak punya lagi hak untuk mengelola apartemen. Sebab, mayoritas penghuni masih mempercayakan pengelolaan apartemen kepada pihak P2RS.

Pihaknya juga meminta semua pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berlangsung di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Tdk benar,  krn sejak terbitnya SK Gubernur th 2007 sd sekrg,  pprs msh berhak mengelola apt MPR sesuai AD/ART. Bahwa perlu diketahui,  mayoritas warga penghuni apt MPR (+/- 75 persen)  msh mempercayakan kpd Badan Pengelola PPRS utk membayar IPL,  Sinking fund,  air,  listrik ke rekening Bank Artha Graha u mengelola apt MPR ini.  Bahwa saat ini sedang bberlangsung gugatan perbuatan melawan hukum dr pprs kpd p3srs di pengadilan negeri jkt pst dgn register perkara 325/Pdt.G/2019/PN.Jkt.Pst serta gugatan di pengadilan tata usaha negara dgn perkara no. 125/G/PTUN/2019.sebagai negara hukum,  seyogyanya para pihak mematuhi n menghormati upaya hukum yg berlangsung tsb sampai adanya putusan pengadilan yg berkekuatan hukum tetap.  Demikian klarifikadi ini disampaikan.  Tks atas kerjasamanya.  Salam hormat,” demikian tulis Ikhsan dalam pesan singkatnya.

Sebelumnya, Ketua Komando Barisan Rakyat (KOBAR) Rijal mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menindak tegas pengembang yang diduga mengangkangi Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 132 Tahun 2018 tentang Pembinaan Pengelolaan Rumah Susun Milik.

Rijal mengungkapkan kuat dugaan ada ‘pengembang nakal’ yang menarik keuntungan dari pengelolaan apartamen. Akibatnya, para penghuni dan pemilik apartemen dirugikan. Ia mencontohkan kisruh pengelolaan di Apartemen Mediterania Palace Residences, Kemayoran, Jakarta Pusat.

“Kami menduga bahwa pengembang Apartemen Mediterania Palace Residences, Kemayoran, Jakarta Pusat menjadi dalang dibalik kisruh di apartemen tersebut. Ini ‘pengembang nakal’ yang masih mau menarik keuntungan dari pengelolaan apartemen,” tandas Rijal kepada wartawan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (22/10/2019).

“Makanya, kami minta agar Pak Anies selaku Gubernur DKI untuk menindak tegas ‘pengembang nakal’ itu. Karena, mengacu pada Pergub Nomor 132 Tahun 2018 tentang Pembinaan Pengelolaan Rumah Susun Milik seharusnya pengelolaan apartemen itu diserahkan sepenuhnya kepada penghuni atau pemilik apartemen melalui wadah organisasi penghuni apartemen. Mulai dari pengelolaan parkir, pembayaran tagihan listrik, air PAM dan lain-lain,” imbuhnya.

Rijal lantas mendesak agar Anies tidak mengabaikan masalah ini. Karena, penghuni apartemen adalah warga Ibukota Jakarta. “Pak Anies jangan tutup mata atas masalah ini. Pak Anies harus tindak tegas pengembangnya dengan cara mencabut izin usahanya,” tegas Rijal.

Lebih jauh Rijal mengungkapkan dugaan keterlibatan pengembang dalam pengelolaan apartemen tersebut dapat dilihat dari adanya ‘orang pengembang’ yang disusupkan dalam pengurus organisasi pengelola apartemen yang sudah tidak sah.

Mereka inilah yang ditengarai mengintimidasi penghuni dan pemilik apartemen. “Kami duga pengembang menyusupkan orang-orangnya yang nota bene bukan penghuni dan pemilik kedalam organisasi pengelola apartemen yang sebenarnya sudah tidak sah. Biar semua jelas, kami desak Pak Anies untuk memberi sanksi tegas kepada pihak-pihak yang merugikan para penghuni dan pemilik apartemen,” tandas Rijal.

Sebelumnya, Humas Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS), David Solihin mengaku para penghuni dan pemilik Apartemen Mediterania Palace Residences, Kemayoran, Jakarta Pusat merasa terganggu keamanan dan kenyamanannya.

Pasalnya, para pemilik dan penghuni akan dibatasi akses baik untuk masuk dan keluar apartemen karena dianggap tidak membayar iuran pengelolaan lingkungan (IPL), biaya air PAM dan listrik.

“Sebenarnya, para pemilik dan penghuni telah  melaksanakan kewajibannya dengan melakukan pembayaran ke rekening P3SRS  yang telah disahkan oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta dengan Nomor 272 Tahun 2019 tertanggal 23 April 2019,” jelas David.

Pengesahan ini berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 132 Tahun 2018 tentang Pembinaan Pengelolaan Rumah Susun Milik yang diteken Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pada 5 Desember 2019.

Menurut David, Dengan terbitnya Pergub ini, secara dejure pengurus yang lama, yakni Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (P2RS) otomatis demisioner. Artinya, P2RS tak punya hak lagi untuk mengelola apartemen.

“P2RS tidak lagi memiliki legalitas hukum untuk mengelola sarana, prasarana serta aset yang ada di apartemen Mediterania,” jelasnya.

Namun, Pihak PLN pernah akan memutuskan aliran listrik ke apartemen lantaran tak kunjung menerima pembayaran, “Akhirnya kami ambil alih untuk melakukan pembayaran pada bulan September lalu agar penghuni tidak terganggu,” imbuhnya.

Untuk itu, pihaknya mengharapkan Pemprov DKI Jakarta segera turun tangan mengatasi persoalan ini. Agar para pemilik dan penghuni memiliki kepastian dalam memenuhi kewajiban dan hak para penghuni. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top