Headline

FAI : Untuk Berdaulat, Gerakan Pemuda Bumiputera Harus Unik Berbasis IT

Dr Harjono, Ketua FAI

Nasionalpos.com, Jakarta – Ketua Forum Aktivis Islam (FAI) Dr Harjono mengajak seluruh pemuda dan pemudi Muslim Indonesia untuk menyesuaikan diri dengan pola gerakan era digitalisasi.

“FAI mengajak Pemuda pemudi Muslim Indonesia yang merupakan Pemuda Bumiptera untuk segera beradaptasi dengan perubahan jaman dan memiliki pola gerakan yang unik berbasis Teknologi Informasi dalam era digitalisasi. Dengan begitu, maka Pemuda Muslim Indonesia bisa berdaulat, dapat mandiri dalam hukum, ekonomi dan politik serta memiliki jatidiri sebagai Pemuda pemudi Bumiputera agar NKRI tetap berdiri tegak,” tandas Harjono dalam keterangannya di Jakarta, Senin (28/10/2019).

Pernyataan Dr Harjono itu terkait peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91.

Menurutnya, sumbangsih Pemuda Muslim Indonesia sudah Terbukti dilakukan sejak tahun 1928 dengan terbentuknya Budi Utomo sampai Kemerdekaan Indonesia.

Karena itu, FAI juga mengajak Pemuda Muslim Indonesia untuk tetap istiqomah dalam menegakkan kebenaran. Ia menyadari, untuk tetap istiqomah tidak mudah dilaksanakan, apalagi begitu banyak godaan yang bisa saja menggoyahkan keyakinan para Pemuda Pemudi Bumiputera pemilik sah republik ini.

“Untuk istiqomah tidak semudah menyebutkannya. Godaan banyak, baik materi maupun kekuasaan. Kita bisa lihat banyak yang tergoda, bahkan para senior yang harusnya menjadi teladan ternyata tergiur materi dan jabatan. Tapi, FAI yakin masih banyak Pemuda Muslim atau Bumiputera punya sikap jelas dan konsisten memegang teguh komitmen keberpihakan pada Umat demi tegaknya NKRI yang sama-sama kita cintai ini,” lanjutnya.

Harjono melanjutkan, saat ini nahaya laten yang patut diwaspadai para Pemuda Bumiptera adalah munculnya ajaran-ajaran berpaham kiri yang tidak sesuai dengan dasar negara Pancasila.

“FAI juga mengajak Pemuda Muslim Indonesia untuk tetap istiqomah dalam menegakkan kebenaran sesuai ajaran Nabi Besar Muhammad Rasulallah, jangan mudah tergoda oleh ideologi lain yang keluar dan tidak sesuai dengan Al-quran. Waspadai gerakan-gerakan kiri yang bertentangan dengan Pancasila,” pungkasnya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top