Headline

GL-Pro 08 : Jangan “Lebay” Merespon Revitalisasi Monas

Nasionalpos.com, Jakarta – Ketua Umum GL-Pro 08, Jimmy CK mengaku heran ada pihak yang merespon negatif secara ‘berlebihan’ program revitalisasi Monas.  Padahal, revitalisasi Monas bukan pertamakali dilaksanakan Pemprov DKI.

“Kami heran kok ada yang merespon negatif dan berlebihan dengan program revitalisasi Monas itu kan tujuannya mengembalikan fungsi sebagai taman, kan itu taman Merdeka, jangan ‘lebay’. Jadi, marilah semua pihak lebih bijaksana dalam menyikapinya. Kalau memang tujuannya baik, ya tentu harus kita apresiasi. Ini malah ada yang ‘lebay’ sampai lapor ke KPK dan buktinya KPK tolak tuh laporannya,” ujar Jimmy saat ditemui di Balaikota Jakarta, Senin (27/1/2020).

Gubernur DKI Anies R. Baswedan bersama Ketum GL-Pro 08 Jimmy CK

Jimmy mengaku heran soal banyaknya protes atas program Anies itu. Sebab, revitalisasi Monas sebenarnya bukan baru kali ini dilakukan. Sebab, jika berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 25 Tahun 1995 sudah ada rencana revitalisasi Monas.  Misalnya, soal rencana membangun ruang bawah tanah untuk lahan parkir dan pusat perbelanjaan.

“Kalau berdasarkan Keppres Nomor 25/1995 itu sudah ada rencana revitalisasi Monas dengan membangun tempat parkir dan pust perbelanjaan bawah tanah, meskipun itu batal dijalankan. Padahal, tujuan program itu untuk mewujudkan Monas bukan hanya simbol perjuangan bangsa tapi juga kebanggan bangsa. Jadi, ini bukan pertamakalinya,” terang Jimmy.

Jimmy melanjutkan, program revitalisasi Monas juga pernah dilaksanakan di era Sutiyoso menjabat gubernur DKI. Yakni, dengan membuat pagar dan penangkaran rusa tutul yang didatangkan dari Kebun Raya Bogor.

Begitupun di era Gubernur Fauzi Bowo dengan membuat kebun koleksi pohon langka dari berbagai daerah serta membuat kolam air mancur menari. Lalu, pada era Gubernur Jokowi dan Ahok membuat perkerasan jalan.

“Makanya kami merasa aneh, kok di era Pak Anies ini soal revitalisasi Monas ramai sekali. Padahal, di era Pak Sutioso hingga Ahok revitalisasi monas itu sudah sering dilakukan,” cetusnya.

Menyinggu soal isu penebangan 190 pohon, Jimmy menjelaskan bahwa yang dilakukan pemprov DKI dengan memindahkan 190 pohon itu adalah langkah yang tepat. Apalagi, tak ada lobang yang ditinggalkan dari lokasi pemindahan pohon di sisi selatan Monas. “Jadi, tidak ada pohon yang ditebang, tapi dipindahkan. Sekali lagi mari kita semua bijaksana merespon program Pemprov DKI ini,” katanya.

Sebelumnya, pada Kamis  (23/1/2020) tim advokasi PSI Jakarta melaporkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas dugaan korupsi proyek revitalisasi Monas. Namun, laporan tersebut ditolak KPK karena dianggap kurang bukti. 

Untuk diketahui, proyek revitalisasi Monas memunculkan pro-kontra. Proyek itu sendiri menggunakan anggaran APBD DKI sekitar  Rp71,3 miliar. Menurut Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa DKI, Blessmiyanda dari 105 perusahaan yang berminat mengerjakan proyek, hanya ada dua perusahaan yang mengajukan dokumen penawaran, yakni  Bahana Prima dengan penawaran Rp64,41 miliar  dan PT Bagas Jaya dengan penawaran Rp66,3 miliar.  (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top