Headline

Tak Mampu Tangkap Harus Masiku, Mahasiswa Lempar Gedung KPK Pakaian Dalam

Pakaian dalam wanita yang sebelumnya dikenakan dua orang peserta aksi dilepas dan dilemparkan ke gedung KPK sebagai simbol institusi pemberantas korupsi itu sudah menjadi banci.

Nasionalpos.com, Jakarta – Ratusan  Forum Mahasiswa Peduli Komisi Pemberantasan Korupsi  (FMP-KPK) Se-Jabodetabek yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Peduli  KPK (FMP-KPK) melempar gedung merah putih KPK dengan pakaian dalam wanita. Aksi itu sebagai simbol KPK telah menjadi banci karena tak mampu menangkap Harun Masiku dan lambat menuntaskan kasus Jiwasraya.

Mereka menggelar aksi di depan gedung Merah Putih, (KPK) di kawasan, Kunibngan, Jakarta, Jumat (14/2/2020). Dalam aksinya, mereka menuntut agar KPK dibubarkan jika tak mampu mencidukHarun Masiku (tersangka suap komisioner KPU, Wahyu Setiawan yang hingga kini masih buronan) dan menyeret siapapun  yang terlibat dalam kasus tersebut. Karena semua yang terlibat dalam kasus tersebut  jelas merupakan penjahat demokrasi.

Tuntutan kedua, agar KPK segera menuntaskan kasus Jiwasraya yang kini ditangani Kejaksaan Agung. Serta menyeret ke pengadilan siapapun yang terlibat.

“Dua kasus ini tergolong besar, kasus Jiwasraya kerugian negara mencapai Rp13,7 triliun sedangkan suap Wahyu setiawan itu mengancam kehidupan demokrasi. Karena itu, jika KPK tak mampu tuntaskan dan seret siapapun yang terlibat dalam kedua kasus itu, maka kami minta KPK dibubarkan saja,” kata Ivand dalam orasinya.

Ivand menyatakan kecewa dengan KPK yang dilahirkan dari gerakan mahasiwa pada era ‘98’. Tidak sedikit mahasiswa yang jadi korban jiwa dan ditahan aparat saat memperjuangkan lahirnya KPK. Namun sekarang KPK makin melemah dan kemungkinan kalah oleh kekuatan politik.

“KPK dan KPU itu lahir dari gerakan mahasiswa pada tahun 98 lalu. Tapi, kedua lembaga ini sudah hancur dan sangat mengecewakan. Karena KPK seperti kalah oleh kekuatan politik,” kata Ivand.

Sebelum mengakhiri aksi, para mahasiswa melempar pakaian dalam wanita ke gedung KPK. Pakaian dalam wanita yang sebelumnya dikenakan dua orang peserta aksi dilepas dan dilemparkan ke gedung KPK sebagai simbol institusi pemberantas korupsi itu sudah menjadi banci.

“Kita lempar gedung KPK dengan pakaian dalam wanita ini, karena KPK sudah jadi banci. Menangkap Harun Masiku tidak mampu, bongkar Jiwasrayagate bertele-tele, kami curiga ada kekuatan besar yang tidak mampu dihadapi KPK. Makanya, KPK sudah jadi banci,” tandas Ivand sambil peserta aksi melempar pakaian dalam wanita ke gedung KPK. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top