Headline

Kompol Purn.Prasetio”Pahlawan Kemanusiaan”Gugur dalam Perjuangkan Hak Warga

NasionalPos.com, Jakarta — Sekitar 56 Kepala Keluarga (KK ) yang masih bertahan  dan masih menghuni lahan di jalan Sutan Syahrir no.1 Belakang Polsek Menteng Jakarta Pusat  di beritahukan  bahwa Ketua Paguyuban Warga Penghuni Jl. Sutan Syarir tersebut, Kompol Purn Prasetio telah meninggal dunia pada hari Jum’at, (14/02/2020) kemaren sekitar pukul 11.00 WIB di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur demikian di tuturkan salah seorang warga saat di temui NasionalPos.com, Jum’at,( 14/02/2020).

 “Kami sangat kehilangan atas gugurnya seorang sahabat, dan juga pemimpin kami yang sangat gigih berjuang untuk menuntut hak kemanusiaan dari warga penghuni lahan ini”tutur Lastri (50).

Menurutnya  warga penghuni Jl. Sutan Syahrir no.1  seluruhnya adalah Keluarga Besar Polri, sedang menghadapi permasalahan penggusuran paksa tanpa kompensasi oleh Polda Metro Jaya.Adapun lahan tersebut akan di bangun Rumah Susun, padahal sejak tahun 1950, warga menempati lahan tersebut, tanpa kejelasan status kepemilikan lahan, warga juga membangun rumah  dengan biaya sendiri bukan atas biaya dari Polri maupun dari Pemprov DKI Jakarta, dengan demikian tidak dapat di artikan bahwa warga menempati rumah dinas  karena itulah warga menuntut adanya kompensasi, di sinilah peran Om Prasetio, sebutan akrab almarhum Prasetio  sangat aktif dan sangat berani mengeluarkan pernyataan sikap, sehingga beliau dapat menjadi teladan untuk mengobarkan semangat warga untuk menolak penggusuran paksa tanpa kompensasi.

“Peran almarhum Om Prasetio untuk memperjuangkan hak warga, sangat penting, segala daya upaya, beliau sumbangkan untuk perjuangan ini, karena itu sangat layak jika Almarhum mendapatkan sebutan Pahlawan Kemanusiaan dalam memperjuangkan hak warga,”ungkap Totok salah seorang warga penghuni lahan tersebut.

Ia juga menambahkan, kepergiaan almarhum Om Prasetio bukanlah tanpa sebab, melainkan adanya dugaan tekanan intimidatif dari pihak pihak yang tidak menyetujui tuntutan warga tersebut, kondisi kesehatan almarhum Om Prasetio mengalami penurunan drastis, sehingga membutuhkan perawatan intensif, kemudian dari kondisi itu, rupanya Allah SWT menghendaki Almarhum Om Prasetio harus meninggalkan perjuangannya untuk beristirahat dalam haribaannya.

“Selamat Jalan Om Prasetio, Pahlawan Kemanusiaan bagi kami warga yang sedang berjuang menuntut hak kompensasi, perjuangan dan cita-cita akan kami lanjutkan”tandasnya.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top