Headline

Cerita Jimmy Sehari Bersama Anies Berjibaku Hadapi Banjir

Ketum GL-PRO 08, Jimmy CK bersama Gubernur DI Jakarta Anies R. Baswedan saat berjibaku menghadapi banjir akibat hujan deras yang mengguyur Ibukota Senin (24/2/2020) malam hingga Selasa (25/2/2020) pagi.

Nasionalpos.com, Jakarta – Sebagian wilayah Jakarta kembali dilanda banjir. Hujan deras yang mengguyur Ibukota sejak sejak Senin (24/2/2020) malam hingga Selasa (25/2/2020) pagi menyebabkan ratusan rukun warga (RW) terdampak banjir. Gubernur DKI Jakarta Anies R. Baswedan merespon dengan langsung terjun ke lapangan.

Media pun ramai meliput kegiatan Anies menghadapi banjir yang menyebabkan sekitar 294 RW terdampak banjir dan jumlah itu relatif berkurang 58 RW dibanding beberapa tahun lalu.

Namun selalu ada cerita tersisa yang menarik untuk disajikan. Seperti dituturkan Ketua Umum GL-PRO 08, Jimmy CK yang menyaksikan langsung bagaimana Anies berjibaku di lapangan saat banjir melanda Ibukota.

 Anies Berkantor di Pintu Air Manggarai

Jimmy yang ‘beruntung’ bisa bersama Gubernur DKI Jakarta Anies R. Baswedan saat berjuang bersama anak buahnya menghadapi ‘musuh klasik’ banjir. “Saya dan kawan GL-PRO 08 melihat bagaimana Pak Gub (Anies) berjibaku sejak pagi hingga malam hari di lapangan,” ujar Jimmy kepada Nasionalpos.com di Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Anies di tengah banjir yang melanda Ibukota Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Jimmy, sekitar pukul 07.30 WIB saat hujan masih mengguyur, Anies tiba di Pintu Air Manggarai. Anies berpakaian dinas turun dari mobil langsung disambut guyuan hujan. Seragam Anies pun basah, namun wajahnya tetap tenang dan berjalan menuju ke Gedung pemantau pintu air.

Tanpa membuang waktu, Anies langsung menggelar rapat dengan jajarannya. “Hujan masih lebat saat Pak Anies tiba di Pintu Air sekitar pukul 07.30 WIB. Beliau dengan tenang langsung menuju ke Gedung dan membuka rakor (rapat koordinasi) dengan seluruh jajarannya yang terkait dengan masalah banjir,” tutur Jimmy.

Usai rapat, Anies bersiap-siap untuk membuka kantor di gedung tersebut. Dari lantai dua, Jimmy menyaksikan ada sepeda motor yang mondar mandir membawa peralatan kantor. Mulai dari beberapa dokumen sampai taplak meja.

“Saya lihat dari lantai dua Gedung, ada yang bolak balik membawa perlengkapan kantor. Di lantai dua itulah Pak Anies membuka kantor. Mulai dari dokumen sampai taplak meja dan gorden disiapkan semua. Ruangan disulap layaknya kantor dan ternyata, Pak Anies berkantor disitu,” kata Jimmy.

Seharian itu, kata Jimmy, Anies tampak sibuk dan sangat fokus membahas soal penanggulangan banjir bersama jajarannya. Bahkan, tampak sejumlah orang yang ahli dibidangnya berdiskusi dengan Anies. Disitu pula terlihat bagaimana Anies sangat detail membaca dan memhahas setiap data yang ada di mejanya.

Kesibukan itu tampaknya membuat orang nomor satu di Jakarta lupa jadwal makan siang. Sekitar pukul 13.00, Anies memutuskan untuk ke lokasi lain sambil sholat Dhuhur dan makan siang. Rombongan Gubernur yang mengendarai mini bus mengangkut sekitar 12 orang melaju ke Kawasan Pintu Air Karet. Sementara Jimmy yang mengendarai kendaraan berbeda mengikuti dari arah belakang mini bus Gubernur Anies.

Setibanya di lokasi tersebut, sejumlah warga korban banjir menyambut Anies dan ada yang meminta foto bersama. Dengan sabar, Anies melayani warganya itu. Setelah mengecak pintu air, Anies menuju sebuah masjid untuk menunaikan sholat. Tapi, agenda makan siang tampaknya urung dilakukan. “Saya bisik-bisik sama kawan-kawan Pak Anies tahan lapar ya. Setelah sholat, Pak Anies kembali meninjau lokasi banjir dan sekitar pukul 16.00 kembali berkantor di Pintu Air Manggarai,” ujar Jimmy.

Di Gedung Pintu Air Manggarai itulah Anies berkantor dan menerima sejumlah tamunya. Sejumlah agenda Gubernur yang sudah direncanakan beberapa hari sebelumnya urung dihadiri Anies, seperti Rapat Dengar Pendapat dengan DPRD DKI Jakarta dan sejumlah acara seremonial lainnya.

Anies Dibully, Anies Tersenyum

Usai menggelar sholat Magrib, tutur Jimmy, Anies pun akhirnya makan malam bersama seluruh jajarannya di kantor ‘dadakan’ itu. Nasi bungkus yang dipesan disantap bersama sambil menyaksikan acara televisi yang juga disiapkan di ruangan itu.

Tampak wajah-wajah lelah anak buahnya yang seharian mengikuti sang komandan bekerja. Sesekali terdengar canda dan tawa kecil dari anak buah yang berusaha melepas kelelahan. Sementara Anies tampak menyantap makan malam sambil menonton berita di televisi.

Beberapa orang termasuk Jimmy sempat berhenti menyuap lantaran perhatiannya fokus ke layer televisi yang menyajikan berita soal banjir Ibukota. Bukan soal pemberitaan banjirnya yang membuat mereka melongo, tapi komentar sejumlah warga Ibukota yang menilai cara Gubernur DKI menangani banjirlah yang menyitas perhatian.

Komentar pro-kontra disajikan dalam berita itu. Bahkan, ada warga yang bernada sinis menilai Anies tak becus mengurus warganya yang menjadi korban banjir. Mendengar itu, spontan Jimmy bertanya ke Anies. “Pak ini orang kok komentarnya ga enak banget ya? Ini kayak membully, padahal bapak dan anak buahn sudah berjibaku di lapangan?,” tanya Jimmy.

Anies pun merespon pertanyaan Jimmy dengan jawaban yang membuat Jimmy balik melongo. “Mereka semua itu warga saya, mereka sahabat saya, mereka saudara saya dan mereka memang tanggungjawab saya. Itulah resiko pemimpin yang harus siap untuk dimarahi bahkan dicaci sekalipun. Jangan cuma mau disanjung dan balik marah saat warganya marah. Sebagai pelayan masyarakat, tugas kami bekerja dan bukan marah-marah, apalagi marahi warganya,” jawab Anies sambil tersenyum.

Mendengar itu, Jimmy yang tadinya berharap Anies akan memberikan komentar pedas menanggapi respon warga korban banjir itu, akhirnya hanya bisa diam melanjutkan makan malamnnya. “Jujur saya dapat pelajaran berharga dari Pak Anies. Ternyata memang Pak Anies konsisten dan itu bukti gaya kepemimpinannya yang tak mudah meledak-ledak bukan dibuat-buat. Sudah dibully habis-habisan, tapi tetap senyum,” tutur Jimmy.

Usai santap malam, kata Jimmy, Anies kembali memantau ketinggian air di Pintu Air Manggarai. Setelah mengetahui kondisi aman dan melihat cuaca mulai tidak menunjukkan lagi akan hujan deras, akhirnya Anies memutuskan pulang. “Saya tiba di Markas GL-Pro sekitar pukul 23.30, jadi Pak Anies itu berkantor dari pagi sampai malam di sana,” kata Jimmy mengakhiri cerita tentang kebersamaan Gubernur DKI Jakarta, Anies R. Baswedan saat menghadapi banjir kemarin. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top