Ekonomi

Pemerintah Jangan Kambing Hitamkan Isu Virus Corona Penyebab Mandengnya Ekonomi

Nasionalpos.com, Jakarta – Pemerintah jangan menjadikan isu wabah corona sebagai kambing atas mandegnya perekonomian negara. Pasalnya, sebelum wabah corona merebak, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya berkutat di 5 persen.  Demikian Pengamat Sosial Politik Muslim Arbi merespon sikap pemerintah menghadapi persoalan ekonomi bangsa saat ini.

“Sekarang ini kan merebak virus. Memang virus itu berdampak, tapi jangan menjadi kambing hitam, ‘ini semua karena virus’, tidak juga. Nah sebelum merebak virus ini memang kita juga sudah sangat berat persoalan ekonomi kita,” kata Muslim di Jakarta Barat, Kamis (12/3/20).

Seharusnya, kata dia, pemerintah melakukan terobosan-terobosan dan langkah-langkah dalam mengatasi persoalan pertumbuhan ekonomi seperti sekarang ini.

“Jadi ini sekali lagi menurut saya ini tidak cerdas. Mengatakan ini karena corona kemudian mereka ‘hands up’ menyerah, tidak seperti itu,” ujarnya.

Dia meminta tim ekonomi pemerintah tidak gampang membelokan isu bahwa ini adalah persoalan corona.

“Isu corona ini kan memang sudah membuat takut masyarakat. Ditakut-takutin lagi sama rezim lagi,” ungkapnya.

“Jadi bagaimana dengan situasi ini, kita bisa tetap survive gitu. Bahkan bila perlu ada gebrakan. Saya mengusulkan apakah tim seperti ini tidak perlu diganti, perlu reshuffle, kan begitu,” katanya.

Sementara itu, aktivis etnis Tionghoa, Zeng wei Jian meminta pemerintah untuk menciptakan ketenangan di tengah merebaknya wabah virus Corona.

“Negara harus hadir memberi kepastian dan ketenangan,” kata dia.

Selain itu, Zeng wei Jian juga meminta pemerintah untuk segera menyiapkan skenario untuk mengantisipasi dampak terburuk yang ditimbulkan virus COVID-19 mulai dari kesehatan, keamanan dan lumpuhnya perekonomian indonesia.

“Buka komunikasi dengan pihak-pihak yang dianggap cukup berhasil menangani outbreak dan para ahli kesehatan. Kumpulkan semua dokter, konglomerat, TNI – Polri dan semua potensi bangsa untuk menghadapi scenario terburuk,” pungkasnya. (nto)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top