Headline

Habib Rizieq Serukan Ormas Islam Bantu Pemprov DKI Lawan Covid-19

Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab

Nasionalpos.com, Jakarta – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menyerukan kepada seluruh ormas Islam untuk bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta melawan penyebaran Cirus Corona (Covid-19).

Habib Rizieq Ormas Islam menggalang dana membantu tim medis yang berjuang di garda terdepan merawat para pasien Corona.  “Diserukan kepada FPI, PA 212, GNPF Ulama dan ormas-ormas Islam melalui sayap juang kemanusiaannya menggalang dana dalam rangka membantu tim medis di manapun mereka berada,” seru Habib Rizieq, seperti disampaikan oleh Sekretaris Umum FPI Munarman di Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Menurutnya, Ormas Islam perlu kerja sama dengan Pemprov DKI, mengingat Ibukota Jakarta adalah salah satu episentrum penularan virus corona di Indonesia.

Karena itu, bantuan bisa dalam bentuk uang untuk pengadaan alat-alat medis terkait Covid-19. “Khusus Jakarta sebagai episentrum penyebaran virus corona di Indonesia dan dengan korban terbanyak, maka diserukan ada rekening khusus kemanusiaan bersama ormas Islam bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta, untuk kepentingan kelengkapan dan kesempurnaan APD dan sarana medis lainnya buat para pejuang medis,” ujar Habib Rizieq.

Diketahui sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi menerapkan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam menghadapi penyebaran virus corona. Penerapan status PSBB di wilayah DKI Jakarta efektif berlaku mulai Jumat (10/4/2020).

“DKI Jakarta akan melaksanakan PSBB sebagaimana digariskan oleh keputusan menteri, efektif mulai hari Jumat, tanggal 10 April 2020, ” jelas Anies dalam jumpa pers di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (4/7/2020) malam.

Anies mengungkapkan bahwa penerapan PSBB itu telah dibahas bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta. “Kita semua menyadari bahwa persoalan covid-19 membutuhkan kerja semua pihak untuk bisa mengendalikan penyebaran ini, karena penyebarannnya dari orang ke orang. itu sebabnya interaksi antarorang penting sekali untuk dibatasi,” ujar Anies.

Anies menerangkan bahwa secara prinsip DKI selama ini sudah menerapkan apa yang diatur lewat PSBB.  Seperti pembatasan rumah ibadah, sekolah, tempat kerja, dan transportasi. yang akan dilakukan mendatang adalah untuk penegakan agar ditaati masyarakat.

Anies menegaskan akan ada tindakan tegas bagi warga yang melanggar ketentuan penerapan PSBB. Dalam penerapan PSBB, warga dilarang berkumpul lebih dari lima orang. Karena itu, akan ada patrol bersama petugas Pemrpov DKI Jakarta, Polri dan TNI untuk melakukan pengawasan.

Penerapan PSBB di Jakarta dalam bentuk pembatasan pergerakan dan interaksi warga dan barang. Sekolah diliburkan dan anak didik diminta belajar dari rumah. Kegiatan perkantoran juga menjalankan aktivitasnya dari rumah.

Adapun  sektor yang mendapat pengecualian, yakni sektor pemerintahan, delapan sektor bisnis, dan sektor transportasi umum.

Untuk transportasi umum Pemprov tetap mengizinkan beroperasi dengan membatasi jam operasionalnya mulai pukul 06.00 pagi hingga pukul 18.00 WIB, dengan jumlah penumpang yang terbatas.

Sementara delapan sektor bisnis yang mendapat pengecualian antara lain sektor kesehatan; retail; distribusi; barang; energi; komunikasi; industri strategis; keuangan dan perbankan. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top