Headline

PERSI Mengaku RS Bersaing Dapatkan Alkes di Tengah Covid-19

Nasionalpos.com, Jakarta – Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) mengaku kesulitan mendapatkan alat kesehatan dalam jumlah yang dibutuhkan pada darurat covid-19. Akibatnya rumah sakit bersaing mendapatkan alkes.

Alkes yang dimaksud adalah instrumen atau apapun berdasarkan Permenkes yang tidak mengandung obat yang bisa digunakan untuk mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan, merawat, dan lain

“Kebutuhan melonjak sangat tinggi saat covid-19. Saya enggak tahu apakah karena itu (mafia alkes), sehingga susah mencarinya. Yang kami rasakan dalam dua bulan terahir ini tidak mudah mendapatkan jumlah yang kami minta untuk kebutuhan rumah sakit, yang paling repot contohnya masker N95,” tutur Sekretaris Jenderal Persi Lia Gardenia Partakusuma.sebagainya.

Pernyataan Persi itu menanggapi tudingan Menteri BUMN Erick Thohir soal keberadaan mafia alkes di tengah pandemi virus corona.

Sebelumnya melalui Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menjelaskan, Menteri BUMN Erick Thohir menyentil soal industri alkes dalam negeri yang kekurangan bahan baku karena mafia besar baik global maupun lokal.

Lia mengungkapkan akibat kesulitan mendapatkan jumlah alkes yang dibutuhkan, membuat setiap rumah sakit saling bersaing mendapatkannya.

Karena itu, rumah sakit yang membayar lebih dahulu yang bisa mendapatkan alkes. Hal itu berdampak pada melonjaknya harga alkes yang tentu merepotkan Persi.

“Kami tahu bahwa ini dibutuhkan garda terdepan. Ini agak susah, artinya bukan hanya barangnya terbatas atau bersaing dengan rumah sakit, Kalau rumah sakit kan agak repot. Karena sekarang ini rumah sakit seolah-olah harus menyiapkan uang tunai,” ujar Lia.

“Satu hal lagi yang paling repot adalah soal harga. Harga ini kelihatannya bisa berlipat ganda tingginya. Apakah karena permintaannya tinggi sehingga barang sedikit. Jadi, siapa cepat dia dapat,” imbuhnya.

Dalam situsi itu, Persi tidak bisa berbuat banyak. Karena alasan bahan baku berada di luar negeri. Karena itu, Persi bersyukur bantuan dari pemerintah maupun donatur bisa sedikit membantu meskipun belum memenuhi kebutuhan. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terkini

To Top